Hagia Sophia

30 June 2023

Presiden AS Alami Gangguan Tidur Sleep Apnea, Apa Dampaknya?

Presiden AS Joe Biden menjalani perawatan lantaran mengidap sleep apnea. Foto: AFP via Getty Images/SAUL LOEB

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengidap gangguan tidur sleep apnea. Gangguan serius tersebut menyebabkan seseorang berhenti bernapas selama 10 detik atau lebih dalam satu waktu ketika tidur. Fatalkah efeknya?

Pihak Gedung Putih melaporkan, Joe Biden telah mulai menggunakan continuous positive airway pressure machine (CPAP) untuk mengatasi sleep apneanya. Alat ini menggunakan selang dan masker untuk memberikan tekanan udara yang konstan dan stabil agar jalan napas tetap terbuka saat seseorang tidur.

"Dia menggunakan mesin CPAP tadi malam, yang umum bagi orang-orang dengan sejarah itu," kata juru bicara Gedung Putih Andrew Bates dikutip dari Reuters, Kamis (29/6/2023).

Diperkirakan, setidaknya 25 juta orang dewasa Amerika dan 936 juta orang dewasa berusia antara 30 dan 69 tahun di seluruh dunia mengidap apnea tidur obstruktif, dengan lebih banyak orang yang tidak terdiagnosis.

Kondisi ini disebut apnea tidur 'obstruktif' lantaran berbeda dengan apnea tidur sentral dengan kondisi otak terkadang melewatkan perintah tubuh untuk bernapas. Pada apnea tidur obstruktif, terjadi penyumbatan saluran udara oleh jaringan lunak yang lemah, berat, atau rileks.

Dikutip dari CNN, menurut sejumlah ahli, sleep apnea umumnya terjadi pada orang dengan usia 50 tahun ke atas. Pasalnya seiring bertambahnya usia, otot-otot melemah termasuk di langit-langit lunak dan leher.

Mengacu pada American Academy of Sleep Medicine, jika tidak diobati, apnea tidur obstruktif dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, depresi, hingga kematian dini.

Kondisi ini juga yang kerap kali mengganggu kemampuan tubuh untuk mendapatkan siklus tidur yang tuntas. Imbasnya, orang dengan sleep apnea mungkin mengalami rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, dengkuran yang keras dan parau, bangun dengan mulut kering atau sakit tenggorokan, dan sakit kepala di pagi hari.

Pada beberapa kondisi, sleep apnea yang ringan dapat dicoba diatasi dengan 'terapi posisi'. Dengan cara ini, seseorang tidur dengan posisi miring, bukan telentang. Dengan harapan, aliran jalan napas bisa ditingkatkan kembali dan dengkuran bisa berkurang.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Joe Biden Idap Gangguan Tidur Sleep Apnea, Kondisi Apa Itu?"