Hagia Sophia

22 November 2023

Mengenal Serba-serbi Gigi Gingsul

Artis Indonesia dengan gigi gingsul, salah satunya Chelsea Olivia. Foto: Instagram

Gigi gingsul adalah kondisi gigi yang tumbuh tidak sejajar dan keluar dari gusi. Gigi gingsul pada beberapa orang dinilai membuat senyum semakin manis. Bahkan, tak sedikit orang rela memanipulasi gigi mereka untuk mendapatkannya.

Gigi gingsul pada dasarnya merupakan salah satu bentuk dari maloklusi gigi (gigi berantakan). Namun, seiring berjalannya waktu, banyak mitos seputar gigi gingsul yang beredar di masyarakat.

Nah, artikel ini akan membahas seputar mitos dan fakta gigi gingsul yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya sampai habis, ya.

Apa Itu Gigi Gingsul?

Dikutip dari buku Penyakit Mulut: Kenali, Cegah, dan Atasi oleh dr. Agam Ferry E, gigi gingsul dalam istilah medis disebut gigi ektopik. Ektopik secara bahasa artinya 'berada di luar'.

Gigi gingsul paling sering menimpa gigi taring atau kaninus, lantaran gigi ini secara teoretis tumbuh terakhir. Gigi taring memerlukan rentang waktu sekitar 10 bulan untuk tumbuh. Dengan kata lain, gigi gingsul adalah kondisi gigi taring permanen yang telat tumbuh.

Kemunculan gigi taring permanen dimulai dari lepasnya gigi taring susu. Ketika gigi taring permanen telat tumbuh, maka tempat tumbuhnya akan diambil alih gigi-gigi lain yang berada di sekitarnya. Akibatnya, gigi taring permanen pun tumbuh di luar gusi, ataupun terjebak di dalamnya.

Penyebab Gigi Gingsul

Gigi gingsul dapat muncul karena beberapa hal, salah satunya faktor keturunan. Selain itu, gigi gingsul juga disebabkan oleh beberapa faktor lain yang tidak selalu baik.

Penyebab umum tumbuhnya gigi gingsul adalah:

1. Kebiasaan mengisap jempol saat kecil
Kebiasaan alami pada masa kanak-kanak ini dapat memberikan dorongan yang tidak alami pada gigi. Kebiasaan ini biasanya menyebabkan gigi gingsul di taring, bahkan gigi tonggos.

2. Kebiasaan menekan gigi dengan lidah
Lidah tergolong sebagai otot kuat yang mampu menggerakkan gigi. Menekan gigi dengan lidah secara berulang-ulang dapat mendorong gigi keluar dari tempat tumbuhnya.

3. Gigi pertama tanggal lebih cepat
Umumnya gigi pertama yang tumbuh sejak bayi akan tanggal dengan sendirinya ketika gigi dewasa/permanen siap tumbuh. Namun, waktu tanggal yang lebih cepat justru membuat gigi tumbuh keluar dari tempat semestinya.

4. Ukuran gigi lebih besar dari ukuran rahang
Orang yang memiliki keturunan gigi besar dan rahang kecil sangat mungkin untuk mengalami gingsul. Hal ini mungkin sulit dicegah, tetapi masih dapat diatasi oleh ahli gigi.

Mitos tentang Gigi Gingsul

Mitos seputar gigi gingsul banyak sekali beredar di masyarakat, berikut beberapa di antaranya:

Mitos 1: Gigi gingsul adalah tanda keberuntungan
Pernyataan gigi gingsul sebagai penanda keberuntungan adalah mitos. Gingsul memang dapat membuat senyum seseorang menjadi lebih manis. Namun, hal ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan keberuntungan.

Meski dapat meningkatkan penampilan, gingsul menyebabkan gigi sulit untuk dibersihkan. Selain itu, orang dengan gigi gingsul juga mengalami kesulitan mengunyah lantaran struktur gigi yang kurang baik.

Mitos 2: Gigi gingsul dapat menyebabkan masalah bicara
Posisi gigi yang tidak sejajar memang dapat memengaruhi cara pengartikulasian suara. Namun, pernyataan tentang gigi gingsul dapat menyebabkan masalah bicara adalah mitos.

Kemampuan berbicara seseorang pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor otak dan kondisi psikologis. Gigi gingsul hanya menyebabkan seseorang sulit mengartikulasikan suara, tetapi tidak mempengaruhi kemampuan bicaranya.

Mitos 3: Gigi gingsul tidak dapat diperbaiki
Pernyataan tersebut adalah mitos. Faktanya, gigi gingsul dapat diperbaiki pada usia berapa saja. Meski demikian, tindakan memperbaiki gigi gingsul memang lebih baik dilakukan saat usia belia. Sebab, rahang dan gigi masih dalam tahap perkembangan.

Fakta Tentang Gigi Gingsul

Setelah mengetahui beberapa mitos di atas, berikut ini fakta seputar gigi gingsul yang perlu Anda ketahui.

Fakta 1: Gigi gingsul adalah kondisi yang umum
Gigi gingsul merupakan kondisi yang seringkali dialami banyak orang. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh kebiasaan masa kecil yang mendorong pertumbuhan gigi menjadi tidak sejajar.

Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh faktor genetik. Mengutip Healthline, jika salah satu atau kedua orang tua Anda memiliki gigi yang berjejal, termasuk gingsul, maka kemungkinan Anda juga mengalaminya.

Fakta 2: Gigi gingsul dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut
Gigi gingsul adalah kondisi gigi yang tumbuh tidak sejajar dan keluar dari gusi. Gigi gingsul pada beberapa orang dinilai membuat senyum menjadi lebih menarik. Namun, dalam kondisi tertentu, ada kalanya gigi ini harus dicabut.

Dikutip dari Healthline, gigi gingsul dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut jika tidak dicabut. Struktur gigi yang tidak rapi dapat menyebabkan karies gigi, bau mulut, hingga gigi berlubang. Jika tidak ditangani, hal ini dapat berpotensi menyebabkan periodontitis.

Fakta 3: Gigi gingsul dapat diperbaiki dengan perawatan gigi yang tepat
Apabila mengikuti saran medis, gigi yang tumbuh tidak pada tempatnya sebaiknya perlu ditangani. Hal ini karena gigi gingsul termasuk dalam bentuk maloklusi gigi.

Untuk mendapatkan perawatan gigi yang tepat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gigi. Umumnya dokter akan menyarankan perawatan ortodontik dengan memasang behel untuk merapikan posisi gigi.

Selain itu, Anda harus rutin membersihkan gigi secara intensif, sebab maloklusi gigi dapat menyebabkan gigi sulit dibersihkan. Demikian pembahasan seputar mitos dan fakta gigi gingsul yang perlu Anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gigi Gingsul, Mitos dan Fakta yang Perlu Anda Ketahui"