Hagia Sophia

11 February 2024

Tahun Baru Imlek: Angka Kelahiran Diharapkan Meningkat demi Baby Dragon

Ilustrasi perayaan tahun baru China. (Foto: Getty Images/Jeff J Mitchell)

Akhir pekan ini menandai dimulainya Tahun Naga dalam kalender China. Naga adalah satu-satunya makhluk mitos di antara 12 makhluk yang dilingkari kalender, dan dianggap sebagai makhluk yang paling membawa keberuntungan, dan mereka yang lahir di bawah tandanya dianggap ditakdirkan untuk sukses.

Menandai dimulainya Tahun Naga, beberapa pemerintahan negara di Asia berharap terjadi peningkatan kelahiran di tengah penurunan tingkat populasi karena warganya ogah punya anak.

Tahun-tahun naga sebelumnya telah terjadi lonjakan jumlah kelahiran di negara-negara yang sangat memperhatikan kalender zodiak, seperti China, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura. Seorang bidan yang berbasis di Taipei mengenang tahun 2012, ketika ledakan bayi di tahun naga memenuhi tempat tidur, memaksa banyak perempuan untuk melahirkan di lorong rumah sakit.

Mereka yang lahir di Tahun Naga memiliki sifat-sifat baik, menurut David Goh, seorang ahli feng shui dan pendiri konsultan feng shui Imperial Harvest.

"Bayi naga, apa pun jenis kelaminnya, mewarisi kualitas baik yang berakar pada prinsip feng shui, mewujudkan keseimbangan harmonis antara kekuatan, kecerdasan, dan karisma yang menandakan kemakmuran dan kesuksesan di semua aspek kehidupan," katanya kepada SCMP.

Pada tahun 2000, angka kelahiran di Hong Kong meningkat sebesar 5 persen dan pada tahun 2012, angka kelahiran di Tiongkok meningkat sebesar 950 ribu, menurut statistik resmi.

Dalam pesan tahunan Tahun Baru Imlek pada hari Jumat, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mendesak warganya untuk menyambut "naga kecil di keluarganya".

"Jadi sekarang adalah saat yang tepat bagi pasangan muda untuk menambahkan 'naga kecil' ke dalam keluarga Anda," katanya.

Angka kelahiran di Singapura telah menurun sejak tahun 1960-an. Tingkat kesuburan total turun ke level terendah 1,04 pada tahun 2022, hampir setengah dari target normal di angka 2,1.

Hal yang sama juga terjadi di China, yang angka kelahirannya menurun tiap tahun. Sejumlah cara telah dilakukan pemerintah China untuk meningkatkan angka kelahiran termasuk memberikan jaminan subsidi bagi wanita yang melahirkan.

Meski demikian permasalahan seperti tingginya biaya hidup, stagnasi upah dan prospek karir, serta ekspektasi gender yang mengakar, masih menjadi permasalahan yang membuat orang-orang tidak ingin memiliki anak.

"Apakah memiliki anak di Tahun Naga membuat biaya membesarkan mereka lebih murah?" tanya salah satu warga China di Weibo, sementara yang lain menuduh para pejabat dan pakar memaksakan prediksi terkait tahun zodiak karena mereka kehabisan ide kebijakan.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sambut Tahun Naga, Angka Kelahiran Diharapkan Meningkat demi 'Baby Dragon'"