![]() |
| Ilustrasi. (Foto: iStock) |
Paparan timbal merupakan ancaman kesehatan masyarakat tersembunyi yang berdampak signifikan pada tumbuh kembang anak. Sumber tersebut berasal dari daur ulang aki bebas, lingkungan yang tercemar, dan berbagai produk sehari-hari seperti, cat, mainan, alat makan dan masak logam, serta kosmetik.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Dr dr Then Suyanti, MM menyebut mainan menjadi salah satu sumber utama paparan timbal pada anak-anak.
"Mainan itu tinggi sekali, makanya produsen harus membantu sekali karena memang sumbernya ada di situ," ucap dr Then Suyanti, MM, dalam acara diseminasi hasil surveilans nasional kadar timbal pada darah, Rabu (21/01/2026).
Anak-anak kerap tidak sengaja memasukkan mainan ke dalam mulut, terlebih saat tidak dalam pemantauan pengawasan orangtua.
Direktur Yayasan Pure Earth Indonesia Budi Susilorini yang terlibat dalam penelitian juga menyoroti faktor dari produk-produk mainan tidak sesuai standar nasional indonesia (SNI) karena kandungan komponennya.
"Mainan itu umumnya adalah pada cat pelapisnya," beber Susilorini.
Apa Saja Dampak Bagi Anak?
Kebiasaan anak-anak, seperti memasukkan tangan atau benda ke mulut, kemudian menelan debu dan tanah tanpa disadari, membuat mereka lebih rentan terkena paparan timbal dibandingkan orang dewasa.
Paparan timbal dapat berdampak serius pada otak dan sistem saraf anak yang masih berkembang. Zat ini mengganggu fungsi neurotransmitter, merusak koneksi sinapsis, dan merusak sel-sel saraf.
"Kasihan anak kita jadi IQ-nya tidak bagus, tumbuh kembangnya jelek dan stunting," ucap dr Then.
Ia menambahkan, anak dengan kadar timbal darah di atas 20 mikrogram per desiliter berisiko mengalami anemia serta gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sumber Paparan Logam Berat Timbal pada Anak, 'Biang Kerok' IQ Jongkok-Stunting"
