Hagia Sophia

23 January 2026

Kanker Tiroid Papiler Alami Wanita Berusia 26 Tahun

Foto ilustrasi: Getty Images/Eakkarat Thiemubol

Umumnya, kanker tiroid papiler, jenis kanker tiroid, dialami oleh wanita berusia 30-50 tahun. Gejalanya bisa berupa kesulitan menelan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Namun, kini terjadi peningkatan kasus kanker tiroid, khususnya pada orang yang lebih muda. Dikutip dari laman Daily Mail, seorang wanita yang berusia 26 tahun Hannah Sheridan mengidap penyakit ini. Sebelumnya, dia sudah sering mengalami berbagai masalah kesehatan yang memengaruhi hormon dan pencernaannya.

Suatu ketika, ketika sedang berkumpul bersama teman-temannya, dia merasakan ada benjolan di lehernya.

"Ketika saya merasakan benjolan itu, saat bersama teman-teman saya, saya mencoba untuk tetap tenang," kata Hannah.

"Mereka mencoba meyakinkan saya bahwa itu bukan sesuatu yang serius, meskipun saya tetap panik," tambahnya.

Sebelumnya, dia sudah mengalami masalah dengan hormon dan perutnya, yang didiagnosis sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan Irritable Bowel Syndrome (IBS). Namun, masalah menstruasinya diduga berkaitan dengan benjolan yang dialaminya.

Kelenjar tiroid adalah salah satu pusat hormon utama dalam tubuh dan membantu mengontrol ovarium. Saat fungsinya tidak seimbang, dia akan mengganggu produksi estrogen dan progesteron, mengacaukan ovulasi dan menyebabkan pendarahan hebat.

Kelenjar ini juga berperan dalam pencernaan. Penelitian telah menghubungkan kanker tiroid dengan penyakit radang usus.

Sheridan mengalami nyeri berdenyut di bagian belakang lehernya dan tak kunjung hilang. Dia juga mengalami fluktuasi berat badan yang terus-menerus dan asam lambung.

Pada Mei 2025, Sheridan memiliki benjolan di kelenjar tiroidnya dan dua minggu kemudian, dia diduga mengidap kanker. Biopsi dan USG dilakukan bersama tes darah, dan hasil tes darahnya menunjukkan normal.

Sebulan kemudian, dirinya bertemu dengan ahli bedah yang memastkan bahwa benjolannya merupakan kanker tiroid papiler, yang mencakup 75-85 persen dari semua kanker tiroid.

Pada awal Juni 2025, bagian kanan kelenjar tiroidnya diangkat. Sejak operasi, nyeri leher yang dirasakan telah hilang sepenuhnya. Siklus menstruasinya juga teratur.

Tapi sebulan berikutnya, tumornya membesar. Dia tidak punya pilihan selain menjalani pengangkatan seluruh kelenjar tiroidnya serta radioterapi, sebuah tindakan yang dia tunggu saat ini.

Dia mengatakan, para dokter terus-menerus mendiagnosisnya dengan kondisi lain. Tapi, dia mengaku, jauh di lubuk hatinya dia merasakan ada sesuatu hal buruk yang terjadi.

"Tak satu pun gejala saya ditanggapi dengan serius sampai semuanya terlambat. Saya tidak pernah tahu saya memiliki masalah tiroid karena masalah hormon saya selalu diabaikan dan dianggap normal," katanya

"Sekarang saya harus mengonsumsi obat pengganti seumur hidup. Tapi lebih baik berhati-hati daripada menyesal," tambahnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wanita Umur 26 Kena Kanker Tiroid, Tak Menyangka karena Usia Masih Muda"