Hagia Sophia

23 January 2026

BRIN: 1 dari 7 Anak di Indonesia Terpapar Logam Berat Timbal

Foto ilustrasi: iStock

Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebanyak 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar logam berat timbal darah yang lebih tinggi daripada ambang batas. Penelitian dilakukan di 12 lokasi surveilans melibatkan 1.617 anak berusia 12-59 bulan.

Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN Dr Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, MKes mengatakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan kunci utama pencegahan paparan timbal yang bisa dilakukan orang tua.

Ia menceritakan dalam penelitian banyak sumber paparan berasal dari tempat kerja orang tua. Ketika tidak membersihkan diri setelah pulang, maka risiko paparan semakin besar.

"Misalnya orang tua yang ayahnya bekerja di pabrik cat. Dia pulang, pulang ke rumah masih memakai baju bekas dia bekerja di pabrik cat. Itu sebenarnya memberikan paparan kepada istri, anak. Nah, itu mestinya harus bersih dulu, baru pegang anak," ungkap Wahyu pada awak media di Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

Wahyu berpendapat edukasi berkaitan dengan pencegahan paparan timbal harus lebih ditingkatkan. Menurutnya, kesadaran masyarakat berkaitan dengan dampak kesehatan timbal masih cukup rendah.

"Mungkin sosialisasi, komunikasi, edukasi itu memang masih belum masif terkait timbal darah. Ini mungkin masukan kami buat pemerintah untuk lebih intensif dan lebih masih memberikan penyuluhan," tambahnya.

Kemudian ia juga menyarankan penggunaan alat masak berbahan stainless steel yang relatif lebih aman dari timbal.

Sumber paparan lain yang jarang diketahui orang tua adalah dari mainan anak. Menurutnya, ini harus menjadi perhatian khusus terlebih anak-anak memiliki kebiasaan memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pembersihan rutin pada mainan, lingkungan, hingga tangan anak secara rutin.

Epidemiolog Vital Strategies Edwin Siswono yang juga terlibat dalam penelitian menambahkan pentingnya konsumsi makanan gizi seimbang. Nutrisi yang bermanfaat untuk mencegah efek dari timbal adalah kalsium dan zat besi.

"Perlu PHBS, kemudian mengganti produk yang SNI (Standar Nasional Indonesia), ditambah dengan konsumsi gizi seimbang. Karena ternyata timbal yang sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh kita, itu masih bisa tertolong sedikit," kata Edwin.

"Untuk gizinya itu biasanya salah satunya adalah mengonsumsi tinggi kalsium yang tinggi, lalu zat besi. Karena timbal itu berkompetisi dengan zat besi dan kalsium yang tinggi," tandasnya.

Secara umum, tips menghindari paparan logam berat timbal meliputi:
  • Bersihkan rumah dengan kain basah secara rutin.
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Ganti pakaian setelah bekerja.
  • Buka alas kaki sebelum masuk ke rumah.
  • Konsumsi makanan kaya kalsium, zat besi, dan vitamin C.
  • Gunakan produk dengan standar BPOM RI atau SNI.
  • Periksakan anak secara rutin ke posyandu.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "1 dari 7 Anak di RI Terpapar Logam Berat Timbal, BRIN Beberkan Cara Mencegahnya"