![]() |
| Foto: Tim BPBD Kota Tangerang sempat menelusuri Sungai Cisadane usai kebakaran pabrik kimia yang menyebabkan limbahnya mencemari air sungai. (dok BPBD Kota Tangerang) |
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Cisadane untuk tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati mendadak. Larangan ini menyusul insiden pencemaran berat akibat tumpahan bahan kimia pestisida dari sebuah gudang di Tangerang Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menegaskan bahwa ikan yang terpapar zat kimia tersebut membawa risiko kesehatan yang fatal jika masuk ke tubuh manusia.
"Kalau risiko jangka panjang zat kimia ini salah satunya menimbulkan kanker, kalau masuk ke lambung jadi kanker usus," ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (11/2/2026).
Pemerintah meminta warga di wilayah Cisauk, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, hingga Sepatan untuk menghentikan aktivitas konsumsi ikan sungai.
"Kita berharap agar masyarakat tidak konsumsi ikan yang terpapar di sungai terlebih dahulu, karena kita belum pasti benar-benar aman," tambah Hendra.
Kronologi Pencemaran
Pencemaran bermula dari kebakaran gudang penyimpanan pestisida di kawasan Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan pada Senin lalu. Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel, Hadiman, mengonfirmasi sumber polutan tersebut.
"Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida. Akibatnya bahan cairan kimia terbawa arus hingga mengalir ke anak kali yang berwarna putih dengan aroma menyengat. Jadi dia (lokasi yang kebakaran) enggak ada produksi," ucap Hadiman.
Efek Terpapar Pestisida
Efek jangka panjang akibat pestisida sangat berbahaya karena zat kimia tersebut bersifat bioakumulatif atau menumpuk dalam jaringan tubuh.
Berdasarkan jurnal Environmental Health Perspectives, paparan bahan aktif dalam pestisida seperti organofosfat atau organoklorin terbukti dapat menyebabkan kerusakan DNA (genotoksisitas). Dalam jangka panjang, kerusakan sel ini memicu pertumbuhan tumor ganas pada sistem pencernaan dan hati.
Selain itu jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology menyebutkan bahwa pestisida bekerja sebagai pengganggu hormon. Hal ini menjelaskan mengapa paparan residu kimia tersebut dapat memicu kanker yang sensitif terhadap hormon.
Efeknya juga bersifat kronis. Dalam Journal of Toxicology and Environmental Health, mengonsumsi biota air yang tercemar pestisida secara mendadak dapat menyebabkan iritasi lambung akut, sementara paparan residu kecil secara terus-menerus akan merusak fungsi ginjal secara permanen.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Risiko Kanker Intai Warga Tangerang Imbas Cemaran Pestisida Sungai Cisadane"
