![]() |
| Cara menyimpan susu. Foto: Getty Images/TWT24 |
Susu kerap dianggap masih aman dikonsumsi selama tanggal pada kemasannya belum terlewati. Padahal, keamanan susu tidak hanya ditentukan oleh angka tanggal kedaluwarsa, tetapi juga oleh jenis susu, kondisi kemasan, dan cara penyimpanannya.
Perbedaan antara susu yang masih segel dan yang sudah dibuka sering kali luput diperhatikan, sehingga meningkatkan risiko susu dikonsumsi saat mutunya menurun atau bahkan tidak lagi aman.
Selama kemasan masih tertutup rapat dan tidak rusak, susu umumnya lebih terlindungi dari kontaminasi mikroba. Namun, tingkat keamanannya sangat ditentukan oleh jenis pengolahan susu.
Susu UHT diproses dengan pemanasan suhu sangat tinggi sehingga relatif stabil secara mikrobiologis selama kemasan belum dibuka. Sebaliknya, susu pasteurisasi tidak sepenuhnya steril, sehingga meskipun masih segel tetap memerlukan penyimpanan dingin dan memiliki masa simpan yang lebih pendek. Susu bubuk menjadi jenis yang paling stabil karena kadar airnya sangat rendah, tetapi hanya selama kemasan tetap rapat dan terlindung dari kelembapan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perlindungan ini hilang begitu kemasan dibuka, sehingga cara penanganan dan penyimpanan setelah dibuka menjadi faktor kunci dalam menentukan keamanan susu.
Setelah Segel Dibuka, Berapa Lama Susu Bisa Bertahan?
Setelah kemasan dibuka, semua jenis susu menjadi lebih mudah rusak karena mulai terpapar udara dan lingkungan sekitar, sehingga waktu konsumsinya menjadi lebih singkat.
Pada susu UHT, perlindungan dari proses pemanasan hanya berlaku saat kemasan masih tertutup. Setelah dibuka dan disimpan di lemari es dengan suhu dingin yang stabil, susu ini umumnya disarankan dikonsumsi dalam 3-4 hari agar tetap aman dan kualitasnya terjaga.
Sementara itu, susu pasteurisasi dipanaskan pada suhu yang lebih rendah untuk menghilangkan kuman berbahaya tanpa mengubah sifat alaminya sebagai susu segar. Karena tidak dirancang untuk penyimpanan lama, kualitasnya dapat menurun lebih cepat setelah dibuka, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam 2-3 hari meskipun disimpan di lemari es.
Berbeda dengan susu cair, susu bubuk tidak memiliki batas waktu harian yang kaku setelah dibuka. Selama disimpan di tempat kering, tertutup rapat, dan diambil dengan alat yang bersih dan kering, susu bubuk umumnya masih dapat digunakan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, namun perubahan bau, rasa, atau penggumpalan menjadi tanda mutu sudah menurun.
Expiry Date dan Best Before, Apa Bedanya?
Tulisan tanggal kedaluwarsa pada kemasan susu sering dianggap sama, padahal expiry date (ED) dan best before memiliki makna yang berbeda. Expiry date berkaitan dengan keamanan pangan, artinya setelah melewati tanggal tersebut produk tidak lagi disarankan untuk dikonsumsi karena berisiko terhadap kesehatan. Sementara itu, best before berkaitan dengan mutu, seperti rasa, aroma, dan tekstur; setelah tanggal ini terlewati, produk bisa saja masih aman, tetapi kualitasnya tidak lagi optimal.
Hal ini ditegaskan oleh Dr dr Klara Yuliarti, SpA, Subsp.N.P.M(K), dalam seminar media Label Makanan yang Harus Diketahui Orangtua untuk Anak, Selasa (27/1/2026).
"Sebetulnya ada dua macam tanggal kedaluwarsa. Expiry date artinya setelah lewat tanggal ini produk tidak boleh digunakan lagi karena bisa berbahaya, misalnya akibat cemaran mikroorganisme atau zat tertentu. Sementara best before berarti baik digunakan sebelum," jelasnya.
Menurut dr Klara, produk pangan untuk keperluan medis atau konsumsi populasi khusus, seperti anak dengan kebutuhan nutrisi tertentu, tidak menggunakan label best before, melainkan expiry date. Sebaliknya, label best before umumnya digunakan pada pangan dengan toleransi mutu yang lebih longgar. Karena itu, orang tua perlu memahami bahwa tanggal pada kemasan hanya berlaku jika produk disimpan sesuai petunjuk dan kemasannya belum dibuka, sementara setelah dibuka, cara penyimpanan dan lama konsumsi menjadi faktor yang jauh lebih menentukan.
Kapan Susu Harus Dibuang?
Tanggal pada kemasan memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu apakah susu masih layak dikonsumsi. Susu sebaiknya langsung dibuang jika menunjukkan tanda penurunan mutu, meskipun tanggal kedaluwarsa atau best before masih lama. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- bau asam atau apek
- rasa berubah
- tekstur menggumpal tidak wajar
- atau kemasan menggembung dan bocor.
Pada susu cair, perubahan ini menandakan kualitas dan keamanannya sudah menurun.
Sementara pada susu bubuk, penggumpalan parah, bau tidak normal, atau adanya kelembapan menjadi sinyal bahwa produk tidak lagi layak digunakan. Prinsip sederhananya, jika ragu, sebaiknya tidak dikonsumsi, karena risiko kesehatan jauh lebih besar dibandingkan manfaat menghabiskan produk yang mutunya sudah menurun.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awas Keracunan! Begini Cara Menyimpan Susu dan Artinya Jika Kedaluwarsa"
