![]() |
| Gula juga bisa memicu sumbatan pembuluh darah. Foto: Getty Images/Mvltcelik |
Pembuluh darah tersumbat hampir selalu dikaitkan dengan kolesterol. Begitu seseorang mengalami stroke, serangan jantung, hipertensi, atau gangguan pembuluh darah lainnya, kolesterol kerap langsung dituding sebagai penyebab utama. Angka kolesterol yang sedikit naik di hasil pemeriksaan kesehatan pun sering memicu kepanikan. Makanan yang mengandung lemak buru buru disingkirkan dari menu harian, sementara makanan manis, minuman berpemanis, dan karbohidrat olahan masih dianggap wajar dikonsumsi setiap hari.
Padahal, penyumbatan pembuluh darah bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Prosesnya panjang dan berlangsung perlahan. Sebelum pembuluh darah benar-benar menyempit, ada fase awal yang sering luput dari perhatian, yakni peradangan kronis akibat gula darah yang terus tinggi. Pada tahap inilah kerusakan mulai terbentuk, jauh sebelum kolesterol ikut terlibat.
Kolesterol kerap dipersepsikan sebagai zat berbahaya, padahal tubuh manusia sangat membutuhkan kolesterol agar tetap sehat. Kolesterol dibutuhkan untuk membentuk hormon penting, termasuk hormon stres dan hormon reproduksi, serta berperan menjaga struktur membran sel agar tetap lentur dan fungsional. Tubuh bahkan memproduksi kolesterol sendiri karena perannya yang esensial.
Dalam aliran darah, kolesterol tidak mengalir bebas. Ia diangkut oleh lipoprotein, terutama Low-Density Lipoprotein (LDL) dan High-Density Lipoprotein (HDL). LDL membawa kolesterol dari hati menuju jaringan tubuh yang memerlukannya untuk pembentukan, perbaikan, dan regenerasi. HDL berfungsi membawa kembali kelebihan kolesterol ke hati agar dapat diproses dan dikeluarkan dari tubuh. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi.
Masalah muncul ketika keseimbangan ini terganggu. Dalam kondisi pembuluh darah yang sehat, kolesterol menjalankan fungsinya dengan tenang. Namun ketika dinding pembuluh darah mengalami iritasi atau peradangan, kehadiran kolesterol mulai dipersepsikan sebagai ancaman, padahal kolesterol hanya menjalankan tugas biologisnya.
Gula Penyebab Pembuluh Darah Tersumbat
Gula darah yang terus menerus tinggi menjadi pemicu utama kerusakan awal pembuluh darah. Setiap lonjakan glukosa memberi tekanan pada lapisan endotel, lapisan tipis penyusun dinding pembuluh darah yang berfungsi menjaga kelancaran aliran darah dan mengatur respons peradangan. Paparan glukosa kronis membuat sel endotel mengalami stres oksidatif dan kehilangan kemampuan alaminya untuk melindungi pembuluh darah.
Penelitian di jurnal Acta Diabetologica (2023) menunjukkan bahwa kadar gula darah yang sering naik turun berkaitan dengan gangguan fungsi endotel dan peningkatan kekakuan pembuluh darah (glikasi). Kondisi ini dapat terjadi bahkan pada orang yang belum didiagnosis diabetes. Pembuluh darah yang seharusnya lentur perlahan menjadi kaku dan radang, menciptakan luka mikro yang tidak terasa, namun terus bertambah banyak dari waktu ke waktu.
LDL Meningkat sebagai Respons Perbaikan
Ketika pembuluh darah mengalami peradangan akibat gula darah tinggi, tubuh merespons dengan mengirimkan kolesterol melalui LDL ke area yang mengalami kerusakan. Tujuannya bukan untuk menyumbat, melainkan untuk memperbaiki dan menstabilkan dinding pembuluh darah yang terluka. Kolesterol berperan sebagai bahan tambalan biologis.
Namun, jika gula darah tetap tinggi dan peradangan terus terjadi, proses perbaikan ini tidak pernah selesai. LDL terus berdatangan dalam jumlah besar. Sebagian kolesterol mengalami oksidasi dan glikasi akibat paparan gula, membuatnya lebih reaktif dan menempel di dinding pembuluh darah. LDL yang teroksidasi ini akhirnya menumpuk dan membuat pembuluh darah menyempit.
Pada saat yang sama, pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan mendorong peningkatan trigliserida. Kondisi ini membuat darah menjadi lebih kental dan alirannya melambat. Kombinasi pembuluh yang meradang, kolesterol yang menumpuk, dan darah yang kental menciptakan situasi ideal bagi terbentuknya plak yang menyempitkan pembuluh darah secara perlahan.
Kolesterol Bukan Satu-satunya Tubuh
Kolesterol tetap perlu dikontrol, namun menyederhanakan penyebab penyakit pembuluh darah hanya pada kolesterol justru berisiko menyesatkan. Kesehatan pembuluh darah ditentukan oleh keseimbangan metabolik secara menyeluruh. Gula darah yang stabil membantu meredakan peradangan, menjaga elastisitas pembuluh darah, dan mencegah kolesterol berubah menjadi masalah.
Mengurangi konsumsi gula tambahan, membatasi makanan olahan, memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, serta tidur yang cukup adalah langkah penting untuk melindungi pembuluh darah dari kerusakan. Dalam kondisi metabolik yang lebih seimbang, kolesterol dapat menjalankan perannya sebagai bagian dari mekanisme perbaikan tubuh, bukan sebagai pihak yang terus disalahkan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Seperti Kolesterol, Gula Berlebih Juga Picu Sumbatan Pembuluh Darah"
