Hagia Sophia

16 February 2026

Kisah Anak Umur 7 Tahun Asal Bogor Idap Leukemia

Devin pejuang kanker. (Foto: Tangkapan layar viral atas izin yang bersangkutan)

Viral di media sosial kisah Devin Nur Feyza (7), bocah asal Bogor yang tengah berjuang melawan kanker darah atau leukemia. Kisahnya menjadi inspirasi sekaligus edukasi bagi banyak orang terkait gejala penyakit leukemia yang mungkin belum banyak disadari oleh para orang tua.

Ayah Devin, Nurjayadih, menceritakan bahwa Devin pertama kali didiagnosis leukemia pada tahun 2024. Kondisi tersebut diawali dengan gejala demam yang tidak kunjung mereda meski sudah diberikan obat.

"Awal Devin sakit gejalanya itu demam, memar-memar di sekujur tubuh. Awalnya ke klinik dulu, selang tiga hari obatnya habis tapi demam nggak turun-turun," ungkap Nurjayadih ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (13/2/2026).

Lantaran memar di tubuh Devin semakin banyak, ia akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Bogor. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan indikasi kuat ke arah leukemia. Setelah melalui rangkaian rujukan dari RSUD Cibinong hingga ke RS Fatmawati, diagnosis leukemia akhirnya ditegakkan.

Singgung Pola Makan

Nurjayadih menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, kanker darah pada anak dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari mutasi genetik, lingkungan, asap rokok, hingga pola makan. Mengingat tidak ada riwayat kanker dalam keluarganya, ia menduga pola makan yang sering konsumsi ultra processed food (UPF) menjadi salah satu faktor risiko bagi sang anak.

"Kalau untuk Devin, termasuk sering makan-makanan instan juga, kayak sosis, nugget. Kalau untuk genetik nggak ada, nggak ada keturunan, dari nenek atau kakenya nggak ada, jadi mungkin bisa jadi juga dari makanannya," cerita Nurjayadih.

Saat ini, Devin telah menjalani perawatan selama dua tahun. Fokus pengobatan utamanya adalah kemoterapi untuk mematikan sel-sel kanker di dalam tubuhnya.

"Sekarang perawatan sudah jalan selama dua tahun. Yang dijalani kemoterapi. Kalau herbal paling daun kelor kadang direbusin. Total kemo yang harusnya dijalani itu 108 kali, terakhir sudah sampai ke-54, berarti tinggal 54 kali lagi," sambungnya.

Edukasi Melalui Konten Media Sosial

Melalui konten yang dibagikannya, Nurjayadih berharap masyarakat bisa lebih teredukasi dan peka terhadap gejala awal leukemia pada anak. Awalnya, ia membuat video tersebut hanya untuk mengalihkan rasa takutnya sendiri.

"Sebenarnya yang takut saya, anak kena kanker pikiran kemana-mana. Jadi tahun lalu coba iseng bikin video buat menghilangkan takut aja. Biar ada kegiatan kayak balesin komen, ternyata diterimanya positif," ujar Nurjayadih.

Dukungan dan doa dari netizen kini menjadi kekuatan tambahan bagi keluarga. Berkat perawatan rutin, kondisi Devin saat ini stabil.

"Jadi banyak yang mendoakan, berkat doa-doa dari mereka, kita kan nggak pernah tahu salah satunya ada yang dikabulkan. Alhamdulillah, sekarang kemonya lancar," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awal Mula Devin Bocah di Bogor Idap Leukemia, Ayah Singgung Pola Makan UPF"