![]() |
| Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/AgFang) |
Kanker anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang rumit di Indonesia. Berbeda dengan kanker pada dewasa, kanker pada anak memiliki angka kesembuhan yang terbilang cukup tinggi bila ditangani dengan tepat.
Ketua UKK (Unit Kerja Koordinasi) Hemato Onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Eddy Supriyadi, SpA, SubspHOnk(K), PhD menjelaskan angka kesembuhan kanker pada anak itu bisa mencapai 80 persen jika ditangani dengan baik dan dini. Namun, seringkali kasus kanker anak terlambat ditemukan.
"Jadi semakin dini dia diketahui, semakin besar kesempatan untuk sembuhnya, kemudian juga dari sebab. Mengetahui secara dini itu sangat penting, itu yang bisa kita lakukan," ujar dr Eddy pada detikcom beberapa waktu lalu.
Salah satu tantangan berkaitan dengan deteksi dini kanker anak adalah masih kurangnya edukasi berkaitan dengan gejala kanker anak. Dalam beberapa kejadian, gejala kanker anak disalahartikan dengan kondisi lain.
Bahkan, dalam beberapa kasus, orang tua akhirnya memutuskan mencari pengobatan alternatif. Kondisi ini dapat menghambat proses pengobatan yang seharusnya dilakukan. Ia lantas mencontohkan salah satunya pada kasus retinoblastoma atau kanker mata.
"Ini perbedaan dengan negara maju, kita selalu denial. Kalau misalnya sudah tahu, keganasan di mata mereka pergi ke pengobatan alternatif. Nanti, kalau sudah stadium 3-4 baru datang ke kita," sambung dr Eddy.
Senada, Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Ira Soelistyo mengungkapkan juga menemukan ada banyak kasus ketika orang tua lebih memilih membawa anak ke alternatif. Menurutnya, ini berkaitan dengan edukasi soal kanker anak yang masih minim, khususnya di daerah terpencil.
Oleh karena itu, YKAKI selain menyediakan Rumah Kita (rumah singgah yang dikelola YKAKI) juga rutin mengadakan kegiatan Sosialisasi & Edukasi mengenai pengenalan gejala dini kanker pada anak kepada masyarakat umum dan tenaga kesehatan, bekerja sama dengan para ahli.
"Orang tua, karena mereka awam, di saat buah hati mereka didiagnosa kanker, yang mereka tuju adalah pengobatan alternatif," ujar Ira pada detikcom.
"Kami sangat berharap adanya tenaga-tenaga kesehatan yang lebih berperan atau kalau di negara maju, bila ada pasien terdiagnosa kanker langsung diarahkan menemui Child Life Specialist untuk memperoleh informasi yang jelas tentang bagaimana pengobatan kanker itu, apa itu kemoterapi atau radiasi atau CT Scan sehingga orang tua bisa memperoleh bayangan mengenai tahapan pengobatan anaknya. Hal ini kami anggap sangat sangat penting untuk menghindari mereka mencari pengobatan alternatif," sambungnya.
YKAKI membantu biaya pengadaan obat dan tindakan medis yang tidak ditanggung BPJS. Pihaknya juga memberikan pendampingan psikososial bagi orang tua yang sering bingung, panik, tidak paham apa yang harus dilakukan.
Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagai salah satu rujukan utama kasus kanker di Indonesia mengungkapkan pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan temuan kasus kanker anak. Diharapkan dengan langkah ini, angka kesembuhan kanker anak di Indonesia juga bisa perlahan naik.
Seperti yang diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Anak 2025-2029. Targetnya adalah meningkatkan angka kesembuhan kanker anak dari 24 persen menjadi lebih dari 50 persen di 2029.
"Kami juga mendorong penguatan sistem deteksi dini, sistem rujukan berbasis kompetensi, standarisasi tata laksana berbasis pedoman nasional, pengembangan registri kanker anak yang lebih baik, serta peningkatan peran komunitas dan yayasan pemerhati kanker anak," kata Direktur Medik dan Keperawatan RS Kanker Dharmais, dr Reni Wigati, SpA pada detikcom beberapa waktu lalu.
"Dengan upaya kolaboratif antara puskesmas atau klinik utama, rumah sakit, pemerintah setempat, dan disertai dukungan masyarakat, kami optimis target rencana aksi nasional tersebut dapat dicapai dan semakin banyak anak pejuang kanker yang bisa sembuh," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pentingnya Deteksi Dini Kanker Anak, Cepat Ditemukan Makin Besar Kemungkinan Sembuh"
