Hagia Sophia

03 September 2022

WHO: Akan Muncul Varian Baru COVID-19 yang Lebih Mematikan dan Menular

Tedros Adhanom Ghebreyesus, detikcom

Jumlah kasus baru virus corona dan kematian yang dilaporkan secara global terus turun hampir di seluruh dunia. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memberikan peringatan bahwa kemungkinan akan muncul varian virus Corona yang lebih mematikan dan menular.

"Subvarian Omicron lebih menular daripada pendahulunya, & risiko varian yang lebih menular & lebih berbahaya tetap ada," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers mingguan terkait COVID, dikutip dari Livermint, Sabtu (3/9/2022).

Lebih lanjut, Tedros juga memperingatkan, kasus kemungkinan akan meningkat kembali dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami sekarang melihat penurunan yang disambut baik dalam kematian COVID yang dilaporkan secara global. Namun, dengan cuaca yang lebih dingin mendekat di belahan bumi utara, masuk akal untuk mengharapkan peningkatan rawat inap dan kematian dalam beberapa bulan mendatang," ucapnya.

"Hidup dengan COVID-19 tidak berarti berpura-pura pandemi berakhir. Jika Anda berjalan di tengah hujan tanpa payung, berpura-pura tidak hujan tidak akan membantu Anda. Anda akan tetap basah kuyup. Demikian juga, berpura-pura virus mematikan tidak beredar adalah risiko besar," katanya lagi.

Sebelumnya, WHO menyebut ada 4,5 juta kasus baru COVID-19 yang dilaporkan pekan lalu. Angka tersebut turun 16 persen dari minggu sebelumnya. Begitu juga kematian turun 13 persen dengan sekitar 13.500 kematian. WHO mengatakan infeksi COVID-19 dan kematian turun di seluruh dunia, kecuali Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Kematian di Asia Tenggara naik 15 persen dan di Pasifik Barat naik 3 persen.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nggak Kelar-kelar, WHO Bawa Kabar Nggak Enak Lagi soal Pandemi COVID-19"