Hagia Sophia

17 October 2022

Gangguan Ginjal Akut Misterius di Indonesia Diberitakan Media Asing

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/kan2d

Otoritas kesehatan di India memerintahkan produsen obat batuk sirup di Gambia untuk menghentikan produksinya usai dikaitkan dengan kematian puluhan anak di Gambia.

Menurut badan regulator India, produsen obat batuk sirup Maiden Pharmaceuticals telah melanggar sejumlah aturan di berbagai aktivitas manufaktur dan uji coba. Konsekuensinya, aparat India menyatakan telah menangguhkan semua kegiatan manufaktur perusahaan yang berbasis di New Delhi, India, itu.

"Mengingat keseriusan pelanggaran yang diamati selama penyelidikan dan potensi risikonya terhadap kualitas, keamanan, dan kemanjuran obat yang diproduksi, semua kegiatan manufaktur perusahaan dihentikan dengan segera," kata Organisasi Kontrol Standar Obat Pusat India, dikutip dari CNN, Senin (17/10/2022).

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis peringatan ke seluruh dunia terkait bahaya yang ditimbulkan empat obat batuk sirup yang diproduksi Maiden. Obat-obat itu mungkin berkaitan dengan penyakit gangguan ginjal akut dan kematian puluhan anak pada bulan Juli, Agustus, dan September.

Obat batuk yang dimaksud, yakni:
  • Promethazine Oral Solution
  • Kofexmalin Baby Cough Syrup
  • Makoff Baby Cough Syrup
  • Magrip N Cold Syrup
Menurut analisis WHO, keempat obat sirup buatan Maiden ini ditemukan adanya kandungan dietilen glikol dan etilen glikol dalam jumlah berlebih. Hal ini dapat merusak otak, paru-paru, hati, serta ginjal manusia.

Berdasarkan tes terpisah yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan India, ditemukan bahwa empat dari 23 sampel obat itu mengandung dietilen glikol dan etilen glikol.

Melihat itu, pejabat kesehatan percaya bahwa obat-obatan itu mungkin terkait dengan kematian lebih dari 60 anak di Gambia, Afrika, dan berpotensi lebih dari 20 anak di negara Asia Tenggara.

WHO juga memperingatkan produk-produk Maiden itu bisa saja didistribusikan melalui pasar informal ke negara-negara atau wilayah lain selain Gambia. Berdasarkan laporan sementara yang dirilis pada Selasa (11/10), kepolisian Gambia mengungkapkan bahwa obat batuk sirup buatan India itu diimpor oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Temuan di Indonesia Disorot

Media asing CNN juga menyoroti temuan otoritas kesehatan di Indonesia yang menyelidiki kasus 'cedera ginjal akut' pada lebih dari 20 kasus kematian anak di Jakarta. Pembicaraan dengan para ahli WHO yang menyelidiki kasus di Gambia, juga ikut disorot.

Belakangan, kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia memang terus bertambah. Totalnya sudah ada 152 kasus, seluruhnya menyerang anak-anak sejak Januari 2022, peningkatan atau lonjakan terjadi mulai Agustus 2022. Di tengah kekhawatiran kasus serupa seperti Gambia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga menegaskan sirup obat batuk yang beredar di Gambia tidak terdaftar di Indonesia.





















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Media Asing Soroti Gangguan Ginjal Akut Misterius di Indonesia"