Hagia Sophia

24 October 2022

Muncul Subvarian Baru Lagi Selain XBB, Waspadai Kasus Bisa Kembali Meningkat

Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal

Bukan cuma varian XBB, muncul varian BQ.1 dan BQ.1.1, pemicu kasus COVID-19 di Eropa kembali 'ngegas'. Bahkan, temuan varian BQ.1 dan BQ.1.1 meningkat hampir dua kali lipat dari pekan lalu, menyumbang 16,6 persen dari total kasus di Eropa.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa mengatakan varian tersebut kemungkinan akan memicu lonjakan infeksi COVID-19 beberapa minggu hingga bulan mendatang di kawasan Eropa. Sebagai informasi, keduanya merupakan turunan dari subvarian Omicron BA.5.

BA.5 sebelumnya menjadi subvarian dominan yang ditemukan di nyaris berbagai dunia khususnya AS hingga Eropa. Karenanya, regulator Eropa dan AS baru-baru ini memberikan izin vaksinasi COVID-19 booster untuk melawan subvarian terbaru.

Dikutip dari Reuters, kabar baiknya belum ada bukti peningkatan keparahan pada varian BQ.1 maupun BQ.1.1. Meski begitu, para ahli mengingatkan kemungkinan subvarian Omicron terbaru ini lolos dari antibodi atau kekebalan imunitas.

"Varian ini (BQ.1 dan BQ.1.1) sangat mungkin dapat menyebabkan gelombang penyakit yang sangat buruk pada musim dingin ini di AS karena sudah mulai terjadi di Eropa dan Inggris," kata Gregory Poland, seorang ahli virologi dan peneliti vaksin. di Klinik Mayo.

Varian baru dipantau secara ketat oleh regulator dan produsen vaksin jika mereka mulai menghindari perlindungan yang ditawarkan oleh suntikan saat ini. Kedua subvarian Omicron ini belum dilaporkan di Indonesia, tetapi belakangan pemerintah mencatat satu kasus varian XBB pada wanita 29 tahun usai pulang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kasus tersebut merupakan transmisi lokal. Kemenkes RI memastikan gejalanya ringan dan yang bersangkutan sudah pulih dari COVID-19. Varian XBB dikhawatirkan kembali meningkatkan kasus COVID-19, tujuh hari terakhir terlihat tren Corona di Indonesia kembali naik di 24 provinsi.

"Segera lakukan booster bagi yang belum, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat COVID-19," terang juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril, baru-baru ini.





















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bukan Cuma XBB, Muncul Lagi Subvarian Omicron Baru Bikin Kasus Kembali Ngegas"