Hagia Sophia

06 November 2022

Beberapa Tanda Penyakit Jantung Bawaan

Foto: thinkstock

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah jenis cacat lahir paling umum dan terjadi ketika jantung bayi tidak berkembang secara normal selama masa kehamilan. Untuk itu, perhatikan tanda-tanda penyakit jantung bawaan guna mencegah dampak buruk pada bayi.

PJB dapat mengubah cara jantung dalam memompa darah atau membentuk lubang kecil. Akibatnya, darah mengalir terlalu lambat atau terhambat sepenuhnya. Setidaknya delapan dari 1.000 bayi baru lahir di Indonesia terkena PJB. Namun, hanya 30 persen di antara mereka yang mengalami tandanya di awal-awal minggu kehidupan.

Meskipun demikian, penyakit ini tak melulu dirasakan saat bayi. Pengidap terkadang tidak menyadari dirinya memiliki kelainan jantung bawaan sampai dewasa. Atau, ada juga kasus tanda kelainan jantung bawaan mereda sejak anak tumbuh besar, lalu mendadak muncul lagi saat anak tumbuh dewasa.

"Ternyata seperempat dari bayi yang lahir dengan PJB merupakan pengidap PJB kritis yang membutuhkan penanganan medis dalam satu tahun pertama," beber dr Radityo Prakoso, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) melalui acara Konferensi Pers Peringatan Hari Jantung Sedunia yang diadakan Yayasan Jantung Indonesia, Rabu (28/9/2022).

Hingga kini, kebanyakan kasus PJB belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, para ahli medis menduga bahwa perubahan gen atau kromosom yang memicu kelainan jantung pada bayi. Dugaan penyebab tersebut berasal dari berbagai faktor, seperti lingkungan, pola makan sang ibu yang tidak sehat, dan orang tua dengan pengidap diabetes atau obesitas. Sementara itu, studi pada 2007 dan 2013 menyebut wanita perokok dan penggunaan obat-obatan tertentu juga menaikkan risiko PJB pada bayi.

Tanda-tanda Penyakit Jantung Bawaan

dr Radityo menyebut salah satu tanda-tanda Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah bayi tidak menangis sesaat setelah dilahirkan dan tubuhnya tampak bewarna kebiru-biruan. Meski begitu, tidak semua pengidapnya mengalami tanda-tanda khusus hingga dewasa.

"Biasanya bayi lahir nangis, ya. Namun, kalau bayinya lahir tidak menangis dan tampak kebiruan, kita harus curiga. Apakah ini mengidap penyakit jantung bawaan?" ucap dr Radityo.

Dikutip dari Medlineplus, tanda-tanda lain dari PJB pada bayi adalah:
  • Aliran darah yang buruk.
  • Sulit bernapas atau pernapasan yang terlalu cepat dibandingkan bayi pada umumnya.
  • Tidak ingin menyusui karena kelelahan.
  • Murmur jantung (suara detak jantung tidak normal).
  • Sianosis, yaitu kondisi kuku dan bibir berwarna biru karena kekurangan oksigen.
Selain pada bayi, waspadai pula tanda-tanda PJB pada orang dewasa dikutip dari Mayo Clinic berikut ini:
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Sesak napas.
  • Mudah lelah dengan aktivitas ringan.
  • Pembengkakan di organ tubuh (edema).
Bila tanda-tanda Penyakit Jantung Bawaan (PJB) kian terlihat, kondisinya tergolong serius sehingga memerlukan banyak prosedur pembedahan hingga beberapa tahun. Oleh karena itu, dokter menyarankan kepada orang tua terlebih dahulu melakukan skrining premarital dan konseling prenatal melalui analisis pola hidup dan faktor risiko.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tanda-tanda Penyakit Jantung Bawaan, Kulit Kebiruan hingga Sesak Napas"