Hagia Sophia

05 November 2022

Benarkah Kasus COVID-19 Kembali Naik Karena Omicron XBB? Ini Kata Pakar

Foto: Getty Images/BlackJack3D

Indonesia kini kembali menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Diduga, kenaikan kali ini dipicu oleh subvarian Omicron XBB yang diketahui sudah masuk wilayah RI. Namun demikian, pakar belum bisa memastikan bahwa subvarian Omicron ini merupakan biang kerok lonjakan COVID-19 RI kali ini.

"Kita tidak bisa mengatakan kenaikan kasus satu ini karena XBB karena jumlah XBB yg baru dilaporkan masih di bawah 20 kasus, tp kita juga tidak tahu banyak sekali yang batuk pilek demam, nggak memeriksakan diri dan hanya melakukan antigen saja tidak lanjut PCR sedangkan kita nggak tau XBB atau BA.5," ungkap Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Erlina Burhan dalam konferensi pers virtual 'Update Kasus COVID dan Rekomendasi Terbaru IDI', Kamis (3/11/2022).

Lebih lanjut menurut dr Erlina, pasien COVID-19 dengan infeksi varian Omicron di Indonesia kini masih didominasi oleh subvarian BA.5. Walhasil ia menduga, kenaikan kasus kali ini dipicu oleh penerapan protokol kesehatan yang semakin longgar, disertai berkurangnya pengawasan terhadap orang-orang berisiko.

"Bisa jadi kita makin longgar prosesnya, kedua juga lupa mengawasi orang-orang yang dengan risiko tinggi, lansia berisiko tinggi terinfeksi dirawat itu besar," beber dr Erlina.

"Aktivitas kehidupan sekarang nyaris normal berkumpul beramai-ramai kegiatan rapat offline dimana-mana dan lupa dengan proses jadi menbuat skrg kondisi kematian naik dua kali lipat," imbuhnya.

Gejala XBB Mirip dengan Varian Corona Lainnya

Dalam kesempatan tersebut juga, dr Erlina menyebut sejauh ini gejala akibat Omicron XBB ditemukan tidak lebih berat dibandingkan varian-varian Corona yang sudah ada sebelumnya.

"Hingga saat ini gejala (subvarian Omicron) XBB dan XBC mirip gejalanya (dengan) COVID Omicron secara umum. (Gejala meliputi) Ada demam, batuk, lemas, sesak, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, pilek, mual, muntah, diare," pungkas dr Erlina.

Data terakhir per Jumat (4/11), Indonesia mencatat 5.303 kasus baru COVID-19, dibarengi 31 kasus kematian. Seiring itu, terdapat kasus aktif pasien COVID-19 sebanyak 34.155 kasus.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dugaan Pakar soal Biang Kerok Kematian COVID-19 RI Naik Lagi, Imbas Omicron XBB?"