Hagia Sophia

15 December 2022

Apakah Penyebab Paru-paru Basah? Berbahayakah?

Paru-paru basah apakah berbahaya? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis)

Paru-paru basah merupakan kondisi yang cukup lazim terjadi di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan seseorang sulit bernapas karena penumpukan cairan di paru-paru. Atas dasar itu, munculah pertanyaan pada segelintir orang 'paru-paru basah, apakah berbahaya untuk kesehatan?'

Tentu jawabannya, iya. Paru-paru basah sebenarnya istilah awam untuk menggambarkan sindrom gangguan pernapasan akut atau Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Kondisi ini terjadi ketika paru-paru dipenuhi dengan cairan, bukan udara. Cairan tersebut bisa berupa darah atau nanah dari infeksi penyakit paru-paru atau jantung.

Paru-paru basah dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Penyakit ini tergolong keadaan darurat medis dan dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Penyebab Paru-paru Basah

Dikutip dari National Health Service (NHS), paru-paru basah atau ARDS terjadi ketika kantung udara kecil yang bertugas menukar oksigen dan karbondioksida (alveoli) rusak karena peradangan atau cedera. Peradangan tersebut menyebabkan cairan dari pembuluh darah di dekatnya bocor ke alveoli sehingga pernapasan semakin sulit. Berikut penyebab peradangan paru-paru:
  • Pneumonia atau flu berat
  • Sepsis
  • Cedera dada yang parah
  • Terhirup asap atau bahan kimia beracun
  • Pankreatitis akut, yaitu kondisi serius di mana pankreas meradang dalam waktu singkat
  • Transfusi darah

Gejala Paru-paru Basah

Menurut National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI), kebanyakan pengidap paru-paru basah berada di rumah sakit saat gejalanya muncul. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan gejalanya bisa muncul lebih dulu jika penyebabnya tidak segera ditangani. Gejala ARDS dapat meliputi:
  • Sesak napas kronis
  • Demam
  • Batuk
  • Kebingungan
  • Kantuk
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Hipotensi atau tekanan darah rendah
  • Bibir dan kuku kebiruan atau berbintik-bintik
Jika gejala-gejala tersebut muncul, segera laporkan ke layanan medis guna mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis paru-paru basah. Dokter akan menjalani beberapa analiasis dengan pemeriksaan fisik, seperti tes darah, oksimetri nadi, rontgen dada, ataupun ekokardiogram.

Komplikasi Paru-paru Basah

Paru-paru basah seringkali menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Sekitar 1 dari 3 orang yang mengidapnya berisiko meninggal. Namun sebagian besar kematian tersebut berasal dari komplikasi penyakit penyerta, bukan ARDS itu sendiri.

Di samping itu, paru-paru basah lambat laun memicu beberapa kerusakan organ lain, seperti:
  • Kerusakan saraf dan otot
  • Masalah psikologis
  • Kerusakan permanen atau jaringan parut pada paru-paru
  • Gangguan hati
  • Komplikasi neurologis
  • Kekurangan oksigen
  • Penyakit ginjal
Jadi, sudah tahu kan paru-paru basah apakah berbahaya atau tidak? Sebagai langkah pencegahan, hindari menghisap rokok dan mengosumsi alkohol. Kedua zat adiktif tersebut bisa merusak kerja paru-paru ataupun mendorong berkembangnya paru-paru basah.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mengenal Penyebab dan Gejala Paru-paru Basah, Apakah Berbahaya?"