Hagia Sophia

30 December 2022

Ini Penyebab Pembuluh Darah Pecah, Jangan Disepelekan

Hipertensi bisa menjadi penyebab pembuluh darah dalam tubuh pecah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/laflor)

Tubuh manusia dilapisi oleh pembuluh darah yang berguna mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh organ. Sayangnya, pembuluh darah yang rusak dan pecah akan mengurangi pasokan krusial tersebut dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Lalu, apa penyebab pembuluh darah pecah?

Kemungkinan yang paling sering terjadi dari kondisi tersebut adalah kecelakaan, baik itu kecil atau besar. Setiap orang pasti pernah meringis kesakitan karena berdarah akibat terjatuh atau tertusuk. Namun, lambat laun luka itu pasti akan sembuh dengan atau tanpa bantuan medis.

Pendarahan kecil mungkin tidak terlalu berpengaruh pada kesehatan tubuh. Akan tetapi, waspadalah jika darah yang dikeluarkan sangat banyak karena bisa membawa malapetaka bagi kelangsungan kehidupan seseorang. Terlebih, jika ada faktor masalah kesehatan yang mendasarinya, masyarakat tidak boleh menyepelekan hal tersebut dan segeralah periksakan ke dokter.

Penyebab Pembuluh Darah Pecah

1. Hipertensi
Pembuluh darah yang sehat umumnya bersifat lentur, kuat, dan elastis. Namun, tekanan darah tinggi dapat merusak lapisan di pembuluh darah akibat penumpukan lemak dalam tubuh.

Saat lemak dari makanan masuk ke aliran darah, plak jahat akan terkumpul dan melekat di pembuluh darah. Akhirnya, dinding pembuluh darah menjadi kurang elastis sehingga membatasi aliran darah ke seluruh tubuh.

Hal ini pun berkaitan pula dengan aterosklerosis, di mana terdapat penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam dan di dinding arteri. Meskipun aterosklerosis sering dianggap sebagai masalah jantung, namun penyakit ini dapat memengaruhi berbagai jenis pembuluh darah.

2. Varises
Varises terjadi ketika katup kecil di dalam pembuluh darah berhenti bekerja dan memungkinkan darah terkumpul di dalamnya. Tekanan yang meningkat dari penumpukan darah tersebut menyebabkan pembuluh darah melemah dan lebih rentan rusak.

Akibatnya, pembuluh kecil yang disebut kapiler akan pecah sehingga membentuk jaringan pembuluh darah yang menjalar seakan-akan terlihat seperti jaring laba-laba. Selain itu, kondisi ini menimbulkan warna kemerahan atau kecokelatan pada kulit.

3. Cedera
Cedera atau trauma ketika kecelakaan atau jatuh bisa menyebabkan pembuluh darah pecah dan terjadi pendarahan. Hal ini acap kali terjadi pada orang dewasa atau anak-anak di bawah 50 tahun.

Mungkin pendarahan tidak terlihat oleh mata telanjang karena terjadi di dalam kulit. Jika sudah begitu, laporkanlah kepada dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat dan mengurangi risiko kerusakan jaringan.

4. Kelainan Darah
Beberapa kelainan darah dapat menyebabkan pembuluh darah pecah, termasuk penyakit yang mengganggu pembentukan protein normal dalam darah yang dikenal dengan hemofilia. Di sisi lain, kekurangan vitamin atau nutrisi bisa menyebabkan ketahanan pembuluh darah melemah.

5. Penggumpalan Darah
Pembekuan atau penggumpalan darah dapat menyebabkan tekanan di arteri atau vena. Saat tekanan meningkat, pembuluh darah dan katup kecil di dalamnya bisa melemah dan akhirnya pecah. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, kondisi tersebut bisa menyebabkan stroke, serangan jantung, dan yang lebih fatal adalah kematian.

6. Vaskulitis
Vaskulitis adalah peradangan yang menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan mempersempit lebar lorong aliran darah. Kondisi ini bisa memengaruhi siapa saja tanpa terkecuali yang bisa berlangsung sementara atau jangka panjang.

Bila dilihat dari penyebab pembuluh darah pecah, tentu pendarahan bisa dicegah dengan cara berhati-hati ketika beraktivitas fisik atau menyetir kendaraan, menerapkan gaya hidup sehat, dan hindarilah rokok untuk mencegah penumpukan plak dan kelainan darah.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "6 Penyebab Pembuluh Darah Pecah, Bisa Fatal Jika Disepelekan"