Hagia Sophia

23 December 2022

Wabah COVID-19 di China Makin Mengerikan, Pasien Dirawat Tidak Jauh dari Jenazah

Situasi Corona di China. (Foto: AP/Dake Kang)

Kondisi COVID-19 di China semakin mengerikan di tengah kasus yang terus melonjak. Sebuah video yang direkam pada Rabu (21/12/2022) lalu, menunjukkan kondisi sebuah rumah sakit Rumah Sakit Chuiyangliu Beijing, China, yang merawat pasien COVID-19 dan non-COVID.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pasien yang terduduk lemas di kursi roda dengan masker. Namun, posisinya bersebelahan dengan jenazah yang terbujur kaku di ranjang rumah sakit dan ditutup kain putih.

Terlihat jenazah lainnya juga terbaring di ranjang rumah sakit lainnya. Sementara pasien lain terbaring di atas tikar yang ditempatkan di lantai bangsal rumah sakit.

Kamera mulai beralih ke arah koridor rumah sakit yang sesak, dengan pasien yang dirawat di atas tandu serta kursi roda. Bahkan di luar rumah sakit juga terlihat antrean pasien yang sedang menunggu untuk masuk.

"Pada 21 Desember, di Rumah Sakit Chuiyangliu Beijing, beberapa mayat tidak dibawa pergi, jadi mereka ditempatkan di ruangan yang sama dengan pasien di ruang gawat darurat!" tulis keterangan dalam video tersebut, dikutip dari The Sun, Jumat (23/12/2022).

Kondisi Krematorium Saat Kasus COVID-19 Meledak

Sejak kasus COVID-19 meledak lagi, pekerja di sebuah krematorium mengaku dirinya menerima 30 jenazah COVID-19 dalam sehari. Bahkan total yang dikremasi bisa mencapai 150 jenazah.

"Kami mengkremasi 150 jenazah, berkali-kali lebih banyak dari hari biasa musim dingin lalu. 30 atau 40 adalah pasien Covid," kata dia.

"Kami melakukannya secepat mungkin (dan) memprioritaskan kematian akibat Covid. Kami mengkremasi mereka pada hari yang sama ketika mereka dibawa masuk," sambungnya.

Lonjakan Kasus COVID-19 Akan Datang Lebih Cepat

Menurut ahli epidemiologi Eric Feigl-Ding, ia memprediksi 60 persen dari 1,4 miliar penduduk China akan terinfeksi COVID-19. Rekannya, yang merupakan ahli epidemiologi Ben Cowling dari University of Hong Kong setuju dengan prediksi mengerikan tersebut.

"Lonjakan ini akan datang dengan sangat cepat. Itu adalah hal terburuk," ungkap Ben Cowling.

"Jika lebih lambat, China akan punya waktu untuk bersiap. Tapi ini sangat cepat. Di Beijing, sudah banyak kasus dan (di) kota-kota besar lainnya karena penyebarannya begitu cepat," pungkasnya.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Horor RS COVID-19 di China, Tempat Pasien Dirawat Tak Jauh dari Jenazah"