Hagia Sophia

29 March 2023

Beberapa Anak di Jepang Alami Sindrom Otak Akut Usai Terinfeksi COVID-19

Sejumlah anak-anak di Jepang mengalami sindrom otak akut setelah terinfeksi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d)

Sejumlah anak-anak di Jepang mengalami sindrom otak akut setelah terinfeksi COVID-19. Adapun kasus yang mereka alami adalah ensefalopati akut (acute encephalopathy).

Dikutip dari Kyodo News, Selasa (28/3/2023), survei Kementerian Kesehatan Jepang menemukan ada 34 kasus ensefalopati akut di kalangan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Kasus itu berasal dari Januari 2020 hingga Mei 2022.

Tim tersebut menganalisis sebanyak 31 pasien tidak memiliki penyakit bawaan yang dapat menyebabkan penyakit otak.

19 dari 31 anak-anak itu berhasil sembuh, empat anak meninggal dunia, dan delapan lainnya mengalami komplikasi. Dari delapan orang tersebut, lima mengidap dampak parah, seperti tidak sadarkan diri dan membutuhkan perawatan intensif.

Gejala awalnya termasuk kejang-kejang, setengah dari pasien mengalami kondisi tersebut. Gejala lainnya seperti masalah kesadaran dan cara bicara dan perilaku abnormal.

"Kami akan menyarankan pergi ke rumah sakit dengan cepat ... jika kejang yang terjadi dengan demam tidak berhenti dalam 10 menit, kehilangan kesadaran berlanjut, atau perilaku aneh terlihat," kata Junichi Takanashi, seorang profesor neurologi pediatrik di Tokyo Women's Medical University Yachiyo Medical Center, yang memimpin tim peneliti.

Adapun mayoritas pasien mengalami sindrom otak itu pada Januari 2022 atau setelahnya. Saat itu, varian Omicron dari COVID-19 sedang menyebar luas.

Meski demikian, tidak ada perbedaan besar antara anak pasien COVID-19 yang terkena sindrom itu pada sebelum atau sesudah 2022. Ini menunjukkan bahwa Omicron belum tentu membuat penyakit otak itu mudah berkembang.

Di sisi lain, sindrom ini juga muncul di kalangan anak-anak yang terdampak influenza.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sindrom Otak Akut Terkait COVID-19 Renggut Nyawa Anak-anak di Jepang"