Hagia Sophia

29 March 2023

Tips untuk Tetap Menjaga Kualitas Tidur di Bulan Puasa

Ilustrasi salat tarawih. (Foto: iStock)

Bulan puasa tidak hanya mengubah pola makan, tetapi juga turut mengubah pola waktu tidur yang harus menyesuaikan dengan waktu sahur dan waktu beribadah.

dr Andreas Prasadja, RPSGT, dokter spesialis kesehatan tidur, menjelaskan cara terbaik dalam mengatur pola tidur agar waktu tidur tetap terjaga selama bulan puasa.

"Sudah pasti harus bangun lebih pagi, solusinya ya tidur lebih awal juga. Selesai tarawih, gak usah ngapa-ngapain, balik langsung, siap-siap tidur," ujar dr Andreas saat dihubungi detikcom, Selasa (28/3/2023).

"Jadi kalau ibu-ibu biasa masih harus persiapan ini itu, abis itu tidur biar paginya persiapannya bisa lebih cepat. Karena sampai saat ini belum ada cara lain selain tidur," lanjutnya.

Saat menjalankan ibadah puasa, tak bisa dihindari bahwa mayoritas orang akan mengalami kurang tidur. Menurutnya, yang terpenting adalah bukan bagaimana cara melawan rasa kantuk, tetapi untuk tidur secara efektif dan menjaga kualitas tidur.

"Semua orang kurang tidur, semua orang ngantuk. Kita mulai dari jadwal. Jadwal sebisa mungkin begitu ada kesempatan, ya, tidur. Kemudian quality, supaya kualitas tidurnya baik, jangan kalo orang jawa bilang kemrungsung (cemas)," ucapnya.

"Ya, diatur. Sebelum tidur ada relaxing dulu, ibadah dulu sebentar, baca-baca buku agama dulu sebentar. (Ketika) sudah lebih nyaman, lebih enak, atau kalau mau lihat YouTube ceramah juga nggak masalah kok. Nah, setelah kita nyaman, relaks, baru tidur," paparnya.

Ia juga menyorot pentingnya mengubah dan menyesuaikan ulang jadwal tidur saat bulan puasa, khususnya pada remaja yang sudah terbiasa tidur di jam-jam larut.

"Remaja atau dewasa muda biasa punya jadwal tidur yang larut. Sehari dua hari biasa agak sulit adjustmentnya. Tapi setelah itu bisa adjust kok, kalau mau bisa adjust. Jangan mengikuti jadwal tidur seperti biasanya, karena kan harus bangun sahur," tutur dr Andreas.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan pentingnya menjaga kualitas tidur di bulan puasa lantaran kondisi kurang tidur bisa berpengaruh dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kesehatan tidur menjadi sangat penting di bulan puasa karena performa, produktivitas, dan kemampuan otak hanya dibangun saat tidur.

"Tidak ada vitamin atau apa, oksigen atau jamu itu nggak ada. Cuma tidur yang bisa mengembalikan kemampuan otak kita. Kemampuan konsentrasi, daya ingat, ketelitian, dan lain sebagainya itu hanya dibangun saat tidur, tidak ada cara lain," katanya.

"Jadi ya perhatikan kesehatan tidur, supaya kita tetap produktif," pungkasnya.

Apakah Tidur Siang Bisa Jadi Solusi Mengatasi Rasa Kantuk?

Banyak orang yang menjadikan tidur siang sebagai solusi untuk mengatasi kurang tidur dan rasa kantuk yang dirasakan. Lantas, apakah tidur siang adalah langkah yang tepat?

Menanggapi hal tersebut, dr Andreas menjelaskan bahwa siklus tidur malam tidak bisa disamakan dengan tidur siang. Oleh karena itu, kebutuhan tidur di malam hari tetap harus dipenuhi.

"Tidur siang tentu akan lebih baik dibanding tidak ada tidur sama sekali. Tetapi konteksnya adalah tetap tidur malamnya diusahakan sebanyak mungkin. Sebisanya karena jadwal tarawih dan sahur, lalu abis sahur silakan tidur kembali. Tetapi ya itu, (tidur malam) harus dicukupi," ujar dr Andreas.

"Kemudian di siang hari, tambahannya adalah ya silakan tidur siang. Di jam istirahat makan siang kan nggak makan, ya manfaatkan saja untuk ibadah, sehabis salat terus tidur dulu. 20 menit, lumayan kok. Bangun mendapatkan semua manfaat tidur bisa produktif kembali," jelasnya lebih lanjut.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sering Ngantuk saat Tarawih? Ini Solusinya Menurut Pakar Tidur"