Hagia Sophia

28 March 2023

Target Kemenkes: Obat Herbal Indonesia Go Internasional

Daun kelor. (Foto: Getty Images/fcafotodigital)

Salah satu pembahasan dalam RUU Kesehatan yakni terkait dengan pemanfaatan obat herbal. Sejauh ini disebutkan obat herbal di Indonesia belum dimanfaatkan maksimal, berbeda dengan negara seperti Korea Selatan dan China.

"Kok bisa ginseng identik dengan Korea dan dikenal di seluruh dunia, obat China juga mengekspansi ke dunia," kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr Dra Lucia Rizka Andalucia, Apt, M Pharm, MARS, dalam Sosialisasi dan FGD RUU Kesehatan di Jakarta Selatan, Senin (27/3/2023).

Ke depannya, Rizka mengatakan akan ada pasal khusus di RUU Kesehatan yang memuat tentang penjaminan pemanfaatan potensi nasional obat herbal dalam penelitian dan pengembangan.

Salah satu yang akan dilakukan Kemenkes adalah menempatkan obat herbal untuk pemanfaatan bagi pasien rumah sakit. RS dr Sardjito, misalnya, telah membentuk UPT obat herbal yang sudah menjalani penelitian di pusat pengembangan obat herbal Kemenkes di Tawangmangu.

"Jadi integrasi antara obat herbal dan pelayanan kesehatan umum itu terjadi dari awal," beber Rizka.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga meminta tumbuhan herbal di Indonesia diteliti manfaatnya sehingga bisa masuk pasar global seperti ginseng khas Korea Selatan. Ia meminta daun kelor yang merupakan tanaman herbal sekaligus makanan tradisional Indonesia, didorong ke tingkat internasional agar lebih mendunia.

Kelor telah lama dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat. Daun kelor juga kaya akan nutrisi, seperti protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi yang bisa membantu mencegah atau mengatasi berbagai penyakit.

"Saya pengin ngimbangin seperti ginsengnya Korea, dibikin penelitian yang serius untuk masuk dunia internasional," ujar Menkes beberapa waktu lalu.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Target Obat Herbal RI Go Internasional, Saingi Obat China-Ginseng Korsel"