Hagia Sophia

15 June 2023

Beberapa Gejala Campak Beserta Penyebabnya

Gejala campak yang bisa menyerang anak hingga dewasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Singjai20

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dalam keluarga paramyxovirus dan biasanya sering menyerang anak-anak. Campak juga merupakan salah satu penyakit yang sangat menular yang ditularkan melalui kontak langsung maupun udara.

Virus penyebab campak menginfeksi saluran pernapasan, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan penyakit yang parah, komplikasi, bahkan kematian.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, yuk kenali apa saja gejala campak agar kamu bisa mengambil tindakan pertolongan pertama saat mengalaminya.

Gejala Campak

Melansir laman resmi World Health Organization (WHO), tanda pertama campak biasanya muncul setelah 10-14 hari setelah terinfeksi virus. Setelahnya, infeksi ini dapat terjadi selama beberapa minggu, mulai dari 7-18 hari.

Adapun gejala campak yaitu:
  • Tanda pertama campak yaitu demam tinggi, biasanya terjadi selama 3-4 hari setelah terinfeksi virus.
  • Selain demam tinggi, gejala pada tahap awal juga disertai hidung meler, batuk, mata merah dan berair, hingga bintik-bintik putih kecil di dalam pipi.
  • Setelah gejala pada tahap awal tadi, biasanya ruam atau yang biasa dikenal makulopapular akan muncul. Ini akan muncul pada hari ke 4-7 penyakit. Awalnya, ruam berwarna merah dan bernoda, tetapi tidak gatal.
  • Ruam campak umumnya dimulai dari kepala atau belakang telinga dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ini umumnya berlangsung selama 4-7 hari.
  • Gejala lain akan muncul jika infeksi menyebabkan komplikasi. Komplikasi dapat berupa kebutaan, ensefalitis (infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak), diare parah dan dehidrasi terkait, infeksi telinga, atau infeksi saluran pernapasan parah seperti pneumonia.
Bagi kamu yang mengalami gejala-gejala yang terindikasi infeksi serius, kamu bisa langsung konsultasi dengan dokter ya Detikers.

Penyebab Campak

Campak disebabkan infeksi virus dari keluarga paramyxovirus bernama morbillivirus. Setelah kamu terinfeksi, virus menyerang sel inang dan menggunakan komponen seluler untuk menyelesaikan siklus hidupnya.

Pada awalnya virus campak menginfeksi saluran pernapasan terlebih dahulu. Namun, pada akhirnya virus ini menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Morbillivirus berukuran sangat kecil.

Virus ini menyebar melalui percikan liur saat orang yang terinfeksi bersin, batuk, atau bahkan berbicara. Virus ini dapat hidup di udara dan di permukaan benda keras hingga dua jam.

Saat antibodi kamu menyerang virus, terjadi kerusakan pada dinding pembuluh darah kecil, Hal inilah yang menyebabkan ruam campak. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang umum menjadi penyebab terjangkitnya campak, yaitu:

1. Perjalanan Internasional
Faktanya, jika kamu bepergian ke negara dimana penyakit campak sering terjadi, maka risiko kamu terjangkit penyakit tersebut menjadi lebih tinggi. Ini disebabkan oleh penularannya yang sangat mudah terjadi.

2. Tidak divaksinasi
Ada beberapa alasan seseorang tidak melakukan vaksinasi campak, diantaranya:
  • Bayi yang tidak divaksinasi karena masih terlalu muda.
  • Orang yang tidak divaksinasi karena alasan medis. Ini terjadi bagi orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Seperti kemoterapi kanker atau steroid dosis tinggi.
  • Mendapatkan vaksinasi lengkap tetapi tidak ampuh kekebalannya. Hal ini dapat terjadi pada sekitar 3% orang yang divaksinasi.
3. Kekurangan vitamin A
Suplemen vitamin A telah terbukti mengurangi jumlah kematian akibat campak. Jadi, jika kamu kekurangan vitamin A akan membuat kamu lebih mungkin tertular campak dan penyakitnya menjadi lebih parah.

Pengobatan Campak

Dikutip dari laman Heath Direct, tidak ada obat atau perawatan khusus yang tersedia untuk mengobati campak. Antibiotik juga dianggap tidak mempan membantu kamu sembuh dari campak karena penyakit ini disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

Namun jangan khawatir, ada beberapa cara agar kamu dapat meredakan gejala campak secara mandiri, yaitu:

>Perbanyak istirahat 
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa campak adalah penyakit menular. Untuk itu, pastikan agar kamu menghindari kontak dengan lingkungan sekitar untuk mencegah penularannya.

>Konsumsi air putih yang banyak 
Untuk menghindari dehidrasi, pastikan kamu tetap minum air putih yang banyak ya.

>Makan makanan bergizi 
Dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, ini diyakini dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

>Minum paracetamol atau obat semacamnya untuk meredakan demam.

>Minum vitamin A 
Suplemen vitamin A telah terbukti mengurangi jumlah kematian akibat campak. Maka dari itu, pastikan kamu untuk mengonsumsinya sesuai anjuran dokter ya.

Cara Mencegah Campak

Menurut WHO, cara terbaik untuk mengatasi campak adalah dengan imunisasi campak atau vaksin. Saat ini, ada dua vaksin campak yang terbukti ampuh untuk mengatasinya, yaitu MMR dan MMRV.

Vaksin MMR dan MMRV adalah vaksin yang dapat melindungi kamu dari campak dan juga cacar air. Namun ada beberapa orang yang tidak boleh menerima vaksin, diantaranya:
  • Orang yang pernah mengalami reaksi yang mengancam jiwa terhadap vaksin campak atau komponennya.
  • Wanita hamil.
  • Orang dengan gangguan sistem kekebalan.
Yang perlu diingat bahwa efek samping vaksinasi dapat berupa demam dan ruam ringan. Namun jangan khawatir, umumnya akan hilang dalam beberapa hari.

Selain vaksin, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah campak.
  • Jaga kebersihan tangan.Pastikan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan sebelum menyentuh wajah, mulut, atau hidung.
  • Jangan berbagi barang pribadi dengan orang yang mungkin sedang sakit. Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti peralatan makan, gelas minum, dan sikat gigi.
  • Hindari bersentuhan dengan orang yang sedang sakit.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "5 Gejala Campak, Waspada Demam, Bintik, hingga Ruam Merah pada Kulit"