Hagia Sophia

15 June 2023

Ini Alasannya Usai Sulam Alis Tidak Boleh Donor Darah

Ilustrasi sulam alis. (Foto: Anggi Mayasari)

Sebagian wanita mungkin merasa tidak percaya diri dengan bentuk alis yang tidak sesuai dengan keinginannya. Maka dari itu, banyak yang menggunakan pensil alis agar riasan terlihat 'on fleek'.

Beberapa tahun ke belakang tren sulam atau tato alis mulai populer di kalangan kaum hawa. Alasannya yaitu lebih praktis dan hasilnya permanen sehingga tidak perlu repot-repot lagi mencari pensil alis.

Rupanya, ada catatan khusus yang perlu dilakukan jika ingin donor darah setelah baru saja melakukan prosedur sulam alis.

Menurut Ketua Bidang Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat dr Linda Lukitari Waseso, prosedur sulam alis sama seperti layaknya tato yaitu menggunakan jarum untuk memasukkan tinta ke dalam kulit. Sehingga, seseorang disarankan untuk menunggu selama satu tahun setelah melakukan prosedur tersebut.

"Itu sebenarnya sama (tato dan sulam alis). Makanya, minta seniman tato (untuk memastikan) 'ini steril ya'," sambungnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan agar seseorang tidak tertular berbagai penyakit berbahaya seperti hepatitis B, hepatitis C, serta HIV.

"Karena kita melihat masa waktu jendela dari virusnya, itu kurang lebih 3-6 bulan," kata dr Linda dalam sesi bincang detikPagi, Rabu (14/6/2023).

Risiko penularan penyakit juga bisa muncul ketika menggunakan jarum yang tidak steril dalam proses sulam alis. Karenanya, masyarakat diimbau untuk memastikan higiene jarum yang dipakai.

"Jangan sampai bekas orang, apalagi kita tidak tahu ada penyakit apa," pungkasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ternyata Habis Sulam Alis Jangan Langsung Donor Darah, Ini Alasannya"