Hagia Sophia

10 November 2023

Awal Mula Kasus Kutu Busuk Meningkat di Korsel

Foto: REUTERS/STEPHANIE LECOCQ

Pemerintah Korea Selatan belakangan dibuat 'ketar-ketir' dengan munculnya kembali wabah kutu busuk. Padahal, wabah ini sebelumnya berhasil diberantas pada tahun 1970-an.

Inspeksi di fasilitas berisiko wabah langsung dilakukan, termasuk di tempat pemandian, asrama, sampai transportasi umum. Kegiatan tersebut rencananya dilakukan sampai 8 Desember mendatang.

"Fasilitas tempat ditemukannya kutu busuk, akan segera didisinfeksi," lapor Yonhap, media lokal Korsel.

Pusat kota Seoul mengonfirmasi penambahan kasus serangan kutu busuk serta jumlah suspek terus meningkat hingga 30 orang, berdasarkan catatan di Selasa (7/11).

Laporan pertama muncul di September pasca mahasiswa di Universitas Keimyung di Daegu, sekitar 240 km dari ibu kota Seoul, digigit kutu busuk di asrama mereka, menurut laporan The Independent.

"Hanya sembilan kasus kemunculan kutu busuk yang telah dilaporkan ke otoritas kesehatan dalam 10 tahun sejak 2014," kata Yonhap.

Pihak berwenang Korea Selatan juga berencana mengadakan pertemuan mingguan untuk meninjau dan memperbarui langkah-langkah mengatasi serangan kutu busuk.

Pemerintah disebut mendorong impor pestisida yang lebih efektif dan melakukan studi tentang jalur penularan kutu busuk serta ketahanannya terhadap pengendalian hama.

"Kecemasan masyarakat tidak bisa dihindari karena laporan terus berdatangan," Park Ku-yeon, wakil kepala pertama Kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah, yang memimpin tim yang bertanggung jawab atas kampanye tersebut, mengatakan pada sebuah pertemuan.

Kasus Kutu Busuk

Kasus kutu busuk di Seoul, tercatat sebanyak 17 kasus. Ini telah dilaporkan ke pihak berwenang pada Minggu (5/11). Call center pemerintah daerah juga menerima laporan lima kasus lainnya di periode yang sama.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea juga menerima total 11 laporan terkait kutu busuk dari awal Oktober hingga 6 November, menurut kantor berita tersebut.

Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan jumlah kasus yang dilaporkan ke pihak berwenang kemungkinan akan meningkat.

"Ada persepsi bahwa kutu busuk disebabkan oleh individu dan beberapa dari mereka menahan diri untuk tidak membuat laporan karena khawatir hal tersebut dapat dianggap sebagai tanda kebersihan yang buruk. Jumlah laporan diperkirakan akan meningkat," kata pejabat tersebut.

Menurut Yonhap, Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul telah mengirimkan surat ke 11 kantor dukungan pendidikan, menginstruksikan mereka untuk melakukan inspeksi terhadap asrama dan fasilitas sekolah untuk mencari tanda-tanda serangan kutu busuk

Beberapa sekolah dasar dan menengah di Korea Selatan, termasuk Seoul, juga telah mengirimkan buletin kepada keluarga siswa, memberitahu mereka tentang cara mengidentifikasi kutu busuk, serta metode desinfeksi.

Korea Airports Corporation pada hari Rabu mengumumkan langkah-langkah di 14 bandara nasional untuk mencegah kutu busuk.

Organisasi tersebut berencana untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan di area rentan, seperti di area pemeriksaan bagasi bandara, ruang tunggu terminal, dan taman bermain anak-anak dari sekali seminggu menjadi dua kali seminggu di bandara negara tersebut.

"Jika kutu busuk ditemukan, area tersebut diisolasi, kutu dewasa dan larvanya disingkirkan, dan pengendalian fisik dan kimia dilakukan," lapor Yonhap.

Organisasi tersebut menambahkan bahwa mereka belum memastikan adanya kutu busuk setelah pemeriksaan darurat di 14 bandara di seluruh negeri.

Industri perhotelan Korea Selatan juga meningkatkan kewaspadaan dengan mendistribusikan obat nyamuk dan pelatihan bagi staf. Lotte Hotels and Resorts, cabang perhotelan Lotte Corp, mengatakan pihaknya tidak menemukan adanya serangan kutu busuk, tetapi mengeluarkan pedoman untuk semua cabang, dan berencana untuk mendesinfeksi tempat tidur, kasur, karpet, dan sofa di propertinya.

"Kami mencoba mengambil langkah pencegahan yang kuat," kata seorang pejabat Lotte Hotel kepada Reuters.

Pihak berwenang di Seoul mengatakan operator metro akan lebih sering melakukan desinfeksi kereta api dan secara bertahap mengganti kursi berbahan kain dengan kursi plastik.

Pengemudi harus mendesinfeksi taksi mereka dua kali sehari dan tindakan pengendalian juga diterapkan di bus.

Kutu busuk biasanya bersarang di kasur, meski bisa juga bersembunyi di pakaian dan koper. Mereka keluar pada malam hari untuk memakan darah manusia.

Gigitan kutu busuk meninggalkan lepuh atau ruam besar pada kulit, dan dapat menyebabkan rasa gatal atau reaksi alergi yang hebat.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus Kutu Busuk di Korsel Mulai 'Ngegas', Ini Awal Mulanya"