Hagia Sophia

07 February 2024

Hipertensi Bisa Serang Anak, Waspada Jika Tensi Sudah Lewati Angka Ini

llustrasi hipertensi pada anak. (Foto: Shutterstock/)

Anak juga bisa terkena hipertensi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, dari 100 anak di Indonesia, hampir 19 di antaranya mengalami kondisi tersebut.

Berbeda dengan usia dewasa, cara melihat tekanan darah normal pada anak bergantung pada berat badan, tinggi badan, hingga usia dan jenis kelamin. Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Heru Muryawan, SpA (K) mengungkap daftar tabel tekanan darah normal pada anak.

Tekanan darah dinyatakan dalam satuan mmHg, terdiri dari sistole dan diastole. Sistole adalah angka atas, sedangkan diastole adalah angka bawah.

Jika melampaui atau berada di atas angka berikut, sudah termasuk hipertensi:

Anak Laki-laki
  • Usia 1 tahun: sistole 98, diastole 52
  • Usia 2 tahun: sistole 100, diastole 55
  • Usia 3 tahun: sistole 101, diastole 58
  • Usia 4 tahun: sistole 102, diastole 60
  • Usia 5 tahun: sistole 103, diastole 63
  • Usia 6 tahun: sistole 105, diastole 66
  • Usia 7 tahun: sistole 106, diastole 68
  • Usia 8 tahun: sistole 107, diastole 69
  • Usia 9 tahun: sistole 107, diastole 70
  • Usia 10 tahun: sistole 108, diastole 72
  • Usia 11 tahun: sistole 110, diastole 74
  • Usia 12 tahun: sistole 113, diastole 75
  • Usia lebih dari 13 tahun: sistole 120, diastole 80
Anak Perempuan
  • Usia 1 tahun: sistole 98, diastole 52
  • Usia 2 tahun: sistole 101, diastole 58
  • Usia 3 tahun: sistole 102, diastole 60
  • Usia 4 tahun: sistole 103, diastole 62
  • Usia 5 tahun: sistole 104, diastole 64
  • Usia 6 tahun: sistole 105, diastole 67
  • Usia 7 tahun: sistole 106, diastole 68
  • Usia 8 tahun: sistole 107 diastole 69
  • Usia 9 tahun: sistole 108, diastole 71
  • Usia 10 tahun: sistole 109, diastole 72
  • Usia 11 tahun: sistole 111, diastole 74
  • Usia 12 tahun: sistole 114, diastole 75
  • Usia lebih dari 13 tahun: sistole 120, diastole 80
Orangtua bisa melakukan pengukuran tekanan darah di rumah dengan menggunakan alat seperti biasa yakni tensimeter atau sfigmomanometer. Diusahakan melakukan pengukuran tekanan darah sebanyak tiga kali untuk mendapatkan nilai rata-rata yang akurat, menempatkan alat di dua pertiga dari lengan bagian atas.

"Caranya sama seperti dewasa, dia pake di tangan, kemudian itu bagian yang dipompa itu paling bagus di 2/3 dari lengan atas, cuma setelah ketemu interpretasinya ditentukan seperti keterangan dalam tabel, berbeda dengan usia dewasa," beber dia.

Hipertensi pada anak bisa berisiko termasuk memicu kejang sampai gangguan saraf, fatalnya anak bisa dalam kondisi tidak sadar sehingga memerlukan penanganan kegawatdaruratan.

Faktor risiko paling banyak terkait hipertensi anak adalah obesitas dan riwayat keluarga dengan masing-masing persentase 22,5 persen dan 17,9 persen.

Langkah mudah untuk mencegah hipertensi pada anak adalah dengan memperhatikan gaya hidup seperti berikut:
  • Menjaga berat badan ideal
  • Diet rendah lemak dan garam
  • Olahraga secara teratur
"Anak-anak usia 3 tahun ke atas perlu mengukur tekanan darah setahun sekali," pesannya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Anak Juga Bisa Hipertensi, Wajib Waspada Jika Tensi si Kecil Lampaui Angka Ini"