![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Ekaterina79 |
Larangan keramas saat sedang menstruasi telah menjadi mitos yang masih dipercayai banyak wanita. Kegiatan ini dianggap dapat menghentikan darah haid atau memicu penyakit. Dokter menjelaskan hal itu tak boleh dipercaya lagi.
"Keramas atau mandi tidak menyebabkan menstruasi berhenti secara permanen, bahkan mengganggu siklus haid," tegas spesialis obgyn, Dr dr Andon Hestiantoro, SpOG-KEFR pada detikcom, Sabtu (17/1/2026).
"Menstruasi adalah proses kompleks yang diatur oleh hormon (estrogen dan progesteron) dari otak (hipotalamus-hipofisis) dan indung telur (ovarium). Aktivitas seperti mandi, keramas, olahraga ringan, atau beraktivitas normal tidak mengubah kadar hormon ini secara signifikan hingga kemudian dapat menghentikan pendarahan," terangnya.
Apa yang Terjadi saat Keramas?
dr Andon menjelaskan apa yang terjadi jika keramas saat menstruasi melalui kacamata medis. Perubahan yang dirasakan, seperti darah tampak berhenti atau berkurang, saat atau setelah keramas adalah fenomena fisik sementara bukan hormonal.
"Darah haid tidak benar-benar berhenti total. Ia hanya mengurangi atau 'tertahan' sementara di dalam rongga rahim atau vagina, dan akan kembali keluar setelah efek siklus dingin hilang atau saat posisi berubah," lanjutnya.
Intinya, dr Andon menegaskan bahwa siklus haid secara keseluruhan tidak akan terganggu karena kebiasaan mandi atau keramas. Baik dengan air dingin maupun hangat, selama orang tersebut merasa nyaman.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nggak Ada Hubungannya, Obgyn Luruskan Mitos Keramas Bikin Menstruasi Berhenti"
