![]() |
| Roket SLS tiba di landasan peluncuran. Foto: Space.com |
Misi berawak pertama ke Bulan dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun akan diluncurkan oleh NASA paling cepat minggu pertama Februari. Sebagai persiapan akhir, NASA mengeluarkan roket Bulan raksasanya, Space Launch System (SLS), dan Kapsul Antariksa Orion dari Gedung Perakitan menuju landasan peluncuran.
Roket SLS sudah tiba di landasannya di Kompleks Peluncuran 36B di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, sekitar 11 1/2 jam setelah meninggalkan hanggar Gedung Perakitan.
"Beberapa hari mendatang, insinyur dan teknisi akan mempersiapkan roket Artemis II untuk gladi bersih, uji coba operasi pengisian bahan bakar dan prosedur hitung mundur," kata pejabat NASA. "Akhir Januari, tim akan mengisi roket dengan propelan kriogenik, menjalankan hitung mundur, dan berlatih menguras propelan dari roket dengan aman, semua langkah penting sebelum misi Artemis berawak pertama."
Misi Artemis II akan berlangsung sekitar 10 hari dan bertujuan mempersiapkan pendaratan manusia di permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak misi Apollo tahun 1960-an dan 70-an.
Kapan Artemis II Diluncurkan?
Jika semua sistem siap, tanggal peluncuran terawal yang memungkinkan adalah Jumat, 6 Februari. Selain kesiapan roket, posisi Bulan juga harus tepat. Ini berarti hanya ada waktu satu minggu di awal setiap bulan saat roket mengarah ke posisi yang tepat, diikuti oleh tiga minggu tanpa peluang peluncuran.
Tanggal peluncuran potensial adalah:
- 6, 7, 8, 10, dan 11 Februari
- 6, 7, 8, 9, dan 11 Maret, serta
- 1, 3, 4, 5, dan 6 April
Siapa Kru Artemis II?
Empat kru Artemis II terdiri dari komandan NASA Reid Wiseman, pilot Victor Glover, dan spesialis misi Christina Koch. Spesialis misi kedua, Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency juga akan ikut serta.
Mereka akan melakukan perjalanan melampaui sisi terjauh Bulan, berpotensi mencetak rekor baru untuk jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi, yang saat ini dipegang Apollo 13. Mereka memeriksa sistem pendukung kehidupan, propulsi, daya, dan navigasi Orion. Para kru juga bertindak sebagai subjek tes medis, mengirimkan data dan citra dari deep space.
![]() |
| Astronot Artemis 2. Foto: NASA |
Akankah Artemis II Mendarat di Bulan?
Tidak. Misi ini bertujuan meletakkan dasar bagi pendaratan di Bulan dalam misi Artemis III. NASA menyatakan peluncuran Artemis III akan dilakukan tidak lebih awal dari tahun 2027. Para ahli meyakini tahun 2028 adalah waktu paling cepat.
Pilihan pesawat antariksa untuk membawa kru turun ke permukaan Bulan belum diputuskan, antara Starship milik SpaceX atau pesawat Blue Origin.
Pakaian antariksa baru yang dibuat perusahaan Axiom juga belum siap. Ketika Artemis III akhirnya terbang, astronot akan menuju kutub selatan Bulan. Setelahnya, tujuannya adalah menciptakan kehadiran manusia berkelanjutan di Bulan.
Artemis IV dan V akan mulai membangun Gateway, stasiun angkasa kecil yang mengorbit Bulan. Itu akan diikuti lebih banyak pendaratan di Bulan, penambahan bagian ekstra pada Gateway, dan pengoperasian robot penjelajah. Lebih banyak negara akan terlibat agar manusia bisa tinggal dan bekerja di Bulan untuk periode lebih lama.
Misi Bulan Terakhir
Misi Bulan berawak terakhir adalah Apollo 17, mendarat Desember 1972 dan kembali ke Bumi pada bulan yang sama. Secara keseluruhan, 24 astronot melakukan perjalanan ke Bulan dan 12 di antaranya pernah berjalan di permukaannya dalam program Apollo. Dari 24 orang yang pernah ke Bulan, hanya lima yang masih hidup.
Amerika pertama kali pergi tahun 1960-an, utamanya untuk mengalahkan Uni Soviet. Setelah tujuan tercapai, antusiasme politik dan minat publik surut, begitu pula dananya.
Program Artemis lahir dari keinginan mengembalikan manusia ke Bulan, kali ini untuk jangka panjang. Beberapa negara lain juga berambisi menempatkan manusia di Bulan. Astronot Eropa dijadwalkan bergabung dalam misi Artemis selanjutnya dan Jepang juga mengamankan kursi. China membangun pesawatnya sendiri, dengan target pendaratan pertama tahun 2030.
Rusia terus membicarakan rencana menerbangkan kosmonot ke permukaan Bulan dan membangun pangkalan kecil antara tahun 2030 dan 2035. India juga berambisi suatu hari nanti astronotnya bisa ke Bulan.
Menyusul keberhasilan pendaratan Chandrayaan 3 di dekat kutub selatan Bulan Agustus 2023, badan antariksa India menetapkan target mengirim astronot ke Bulan sekitar tahun 2040.
Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Roket Raksasa NASA Keluar Kandang, Segera Antar Manusia ke Bulan"

