Hagia Sophia

22 January 2026

Kasus Influenza di Indonesia Didominasi oleh Varian Ini

Foto: Getty Images/nopparit

Kasus 'super flu' masih meningkat di sejumlah negara. Misalnya AS yang mencatat 230 ribu kasus rawat inap dan 9.300 kematian dengan 90 persen di antaranya belum divaksinasi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut, tren peningkatan kasus superflu tidak teramati Indonesia. Direktur Penyakit Menular dr Prima Yosephine mengatakan tidak ada perbedaan signifikan tren influenza dibandingkan tahun lalu.

Indonesia bahkan disebutnya saat ini sudah melewati puncak kasus peningkatan influenza musiman. Berdasarkan surveilans dalam sepekan terakhir, tidak terlihat kenaikan kasus 'super flu' influenza A (H3N2) subclade K.

"Di satu minggu terakhir itu malah yang ada itu adalah yang sub-tipe H1 Jadi bukan H3," ujar dr Prima saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Mungkinkah Karena Cakupan Vaksinasi Tinggi?

Menurut dr Prima, kaitan antara cakupan vaksinasi berkaitan dengan tren influenza yang rendah di Indonesia belum bisa dipastikan. Alasannya, vaksinasi influenza bersifat mandiri, tidak masuk vaksinasi program, sehingga belum terdata secara nasional.

"Influenza itu polanya musiman. Biasanya ada puncak lalu turun. Memasuki Januari memang tren kasus cenderung menurun," ucapnya.

Walaupun tidak ada peningkatan kasus, aktivitas mobilitas global jelas masih berpotensi memicu penyebaran superflu meluas. Karenanya, Kemenkes RI meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Pakai masker walaupun tidak sakit, kemudian tentu PHBS umum ya, cuci tangan dengan sabun, kemudian makan yang bergizi, istirahat yang cukup, itu tetap. Karena influenza sebetulnya kan self-limiting disease, bisa sembuh sendiri," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bukan Super Flu, Kemenkes Ungkap Kasus Influenza di RI Didominasi Varian Ini"