Hagia Sophia

21 January 2026

Menurut Riset, Jalan Kaki Seperti Ini Bisa Bikin Umur Panjang

Foto: Getty Images/zoff-photo

Dalam beberapa waktu terakhir, lini masa media sosial kian sering diramaikan konten-konten jalan kaki. Kegiatannya tampak sederhana, tapi dikemas dengan cara yang seru. Bukan sekadar berjalan lurus di trotoar, komunitas jalan kaki justru kerap mengajak anggotanya menyusuri gang-gang kecil atau berburu sudut-sudut kota yang jarang tersentuh kendaraan.

Di banyak kota, komunitas lari memang tumbuh pesat. Namun, tak semua orang merasa siap atau nyaman ikut arus olahraga yang kian menuntut performa. Bagi sebagian orang, lari, apalagi ditambah tren olahraga baru seperti padel, serasa terlalu berat untuk sekadar memulai gaya hidup aktif.

Itulah yang juga dirasakan Mahesa (28), seorang penggemar jalan kaki di Malang. Sejak 2023, ia rutin ikut agenda komunitas jalan kaki di kotanya yang bernama 'uklamtahes'.

"Sekarang kan banyak komunitas lari dan sepeda, dan itu cenderung kompetitif. Nah, dengan adanya komunitas jalan kaki ini, kita bisa tetap olahraga, tapi dengan cara yang lebih santai," kata Mahesa kepada detikcom, Sabtu (17/1/2026).

Bukti Riset Jalan Kaki Perpanjang Umur

Terlepas dari itu, sejumlah riset sebenarnya sudah membuktikan manfaat jalan kaki untuk kesehatan termasuk meningkatkan peluang panjang umur.

Dikutip dari CNN, riset terbaru menunjukkan, 15 menit jalan cepat setiap hari sudah bisa memberi manfaat kesehatan besar, bahkan setara dengan olahraga 150 menit per minggu.

Penelitian yang dimuat di American Journal of Preventive Medicine ini melibatkan hampir 85 ribu orang dewasa yang diikuti selama sekitar 16 tahun. Hasilnya, mereka yang rutin jalan cepat minimal 15 menit sehari mengalami penurunan risiko kematian dini hampir 20 persen.

Sebaliknya, orang yang berjalan lambat meski lebih dari tiga jam sehari hanya mengalami penurunan risiko sekitar 4 persen.

"Sudah lama kita tahu kecepatan jalan berkaitan dengan kesehatan. Makin cepat jalannya, biasanya makin baik kondisinya," kata dr Andrew Freeman, pakar pencegahan penyakit jantung.

Peneliti utama studi ini, dr Wei Zheng dari Vanderbilt University, menegaskan semua jenis jalan kaki tetap bermanfaat. Namun, jalan cepat memberi efek perlindungan yang jauh lebih kuat, bahkan jika durasinya hanya seperempat jam.

Manfaatnya tidak main-main, mulai dari menurunkan risiko penyakit jantung, gangguan irama jantung, diabetes tipe 2, membantu mengontrol tekanan darah dan kolesterol, hingga menurunkan risiko kanker dan penurunan fungsi otak.

Seperti apa jalan cepat?

Jalan kaki cepat sederhananya kamu masih mampu berbicara, tetapi sudah kesulitan bila bernyanyi sambil berjalan.

Para ahli menyarankan, cukup selipkan jalan cepat ke rutinitas harian, misalnya sebelum berangkat kerja, saat istirahat siang, atau sore hari.

Tak perlu olahraga berat atau lama-lama. Jalan cepat 15 menit sehari, kalau rutin, bisa jadi investasi kecil untuk umur yang lebih panjang dan tubuh yang lebih sehat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jenis Jalan Kaki yang Bisa Bikin Panjang Umur, Terbukti Lewat Riset"