![]() |
| istimewa |
Batuk pilek menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami anak. Kondisi ini kerap membuat anak rewel, sulit tidur, hingga tidak nafsu makan.
Meski terlihat sepele, orang tua tetap perlu memahami penyebab anak batuk pilek agar penanganan yang diberikan tepat dan kondisi tidak berlarut-larut.
Secara umum, batuk pilek merupakan gejala infeksi pada saluran pernapasan atas. Anak biasanya mengalami hidung tersumbat atau berair, bersin, tenggorokan terasa gatal, serta batuk, baik kering maupun berdahak. Pada sebagian kasus, keluhan ini dapat disertai demam ringan dan penurunan nafsu makan.
Penyebab Anak Batuk Pilek
Ada beberapa faktor yang bisa memicu anak mengalami batuk pilek. Berikut penyebab yang paling sering terjadi.
1. Infeksi virus
Sebagian besar batuk pilek pada anak disebabkan oleh infeksi virus, seperti rhinovirus, influenza, hingga RSV (Respiratory Syncytial Virus). Virus ini mudah menular melalui droplet saat batuk atau bersin, serta dari benda yang terkontaminasi.
2. Perubahan cuaca
Perubahan suhu yang mendadak, misalnya dari panas ke dingin, dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan. Kondisi ini membuat anak lebih rentan mengalami batuk dan pilek.
3. Alergi
Debu, bulu hewan, serbuk bunga, atau udara dingin dapat memicu reaksi alergi pada anak. Gejalanya mirip batuk pilek, seperti hidung meler, bersin, dan batuk, namun biasanya tidak disertai demam.
4. Paparan asap dan polusi
Asap rokok, polusi kendaraan, serta debu dapat mengiritasi saluran pernapasan anak dan memicu batuk pilek yang berulang.
5. Sistem imun belum matang
Daya tahan tubuh anak, terutama balita, masih berkembang. Karena itu, anak bisa mengalami batuk pilek lebih sering dibanding orang dewasa, bahkan hingga beberapa kali dalam setahun.
6. Kontak dengan anak lain
Aktivitas di sekolah, tempat bermain, atau daycare meningkatkan risiko penularan virus karena anak sering berinteraksi dekat dan berbagi perlengkapan.
Cara Sederhana Meredakan Batuk Pilek pada Anak
Batuk pilek umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, gejala yang muncul tetap bisa membuat anak tidak nyaman. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua di rumah untuk membantu meredakannya.
- Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup, seperti ASI, susu, air putih, atau sup hangat. Cairan membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengencerkan lendir di saluran pernapasan.
- Menghirup uap hangat atau mandi dengan air hangat juga dapat membantu melegakan hidung tersumbat. Selain itu, pastikan anak beristirahat cukup agar tubuhnya dapat melawan infeksi dengan optimal.
- Penggunaan humidifier di kamar bisa membantu menjaga kelembapan udara, terutama saat cuaca dingin atau ruangan ber-AC. Untuk bayi dan balita, membersihkan hidung secara rutin dengan larutan saline juga dapat membantu pernapasan lebih lega.
- Yang tak kalah penting, hindari anak dari paparan asap rokok dan polusi udara yang dapat memperparah iritasi saluran pernapasan.
Penggunaan Obat pada Anak
Selain perawatan rumahan, orang tua dapat memberikan obat untuk membantu meredakan gejala batuk pilek. Namun, pemberian obat tidak boleh sembarangan dan harus disesuaikan dengan gejala serta penyebabnya.
Jika anak batuk pilek dipicu oleh alergi, obat yang mengandung antihistamin dan dekongestan dapat membantu meredakan hidung tersumbat, umumnya untuk anak usia di atas 6 tahun. Sementara itu, bila anak batuk pilek disertai demam, obat dengan kandungan parasetamol dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh.
Orang tua disarankan selalu membaca label obat, menggunakan alat ukur bawaan, serta menghindari pemberian beberapa obat sekaligus tanpa anjuran dokter. Jika kondisi anak tidak membaik, batuk pilek berlangsung lama, atau muncul tanda bahaya, segera konsultasikan ke dokter.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Batuk Pilek pada Anak: Kenali Pemicu dan Cara Meredakannya"
