![]() |
| Foto: Pradita Utama |
Cuaca ekstrem belakangan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk kawasan Jabodetabek. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah yang mencakup Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diperkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.
BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem pada 23 Januari di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara pada 24 Januari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun pada periode 25-26 Januari, peningkatan curah hujan diperkirakan melanda wilayah Bali, NTB, dan NTT.
Di tengah kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K), mengatakan musim penghujan menjadi periode meningkatnya penularan virus, seperti influenza. Kondisi ini membuat banyak orang lebih rentan terserang flu.
Karena itu, ia mengimbau untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk memperbanyak asupan buah dan sayuran.
"Sayuran dan buah buahan yang mengandung banyak antioksidan," ucapnya saat dihubungi detikcom, Jumat (23/1/2026).
Selain menjaga pola makan, dr Erlang juga menganjurkan penggunaan masker, terutama bagi orang yang sedang mengalami kondisi sakit. Ia mengingatkan agar seseorang yang tidak enak badan sebaiknya beristirahat di rumah dan memakai masker untuk mencegah penularan kepada orang lain.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jabodetabek Dilanda Cuaca Ekstrem, Catat Pesan Dokter Paru soal Peningkatan Risiko Flu"
