![]() |
| Memar di tangan Trump. (Foto: Fabrice COFFRINI/AFP) |
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, buka suara mengenai lebam misterius di tangan kirinya yang sempat tertangkap kamera saat kunjungannya ke Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Kepada para wartawan di atas pesawat Air Force One, Trump menjelaskan bahwa lebam tersebut muncul setelah tangannya terbentur meja saat acara penandatanganan dokumen di Swiss. Namun, ia menyebut efek lebam tersebut menjadi sangat kentara karena kebiasaannya mengonsumsi aspirin setiap hari.
"Orang-orang bilang minumlah aspirin jika Anda sayang dengan jantung Anda, tapi jangan minum aspirin jika Anda tidak mau mengalami sedikit lebam. Saya minum aspirin dosis besar (the big aspirin)," ujar Trump kepada wartawan dikutip dari Reuters.
Trump mengakui bahwa ia mengonsumsi aspirin dalam dosis tinggi untuk menjaga kesehatan jantungnya. Meski dokter kepresidenan, Dr. Sean Barbabella, menyebut sang Presiden sangat sehat dan tidak perlu dosis sebesar itu, Trump tetap bersikeras.
"Saya minum aspirin dosis besar. Dokter bilang, 'Anda tidak perlu minum itu, Pak, Anda sangat sehat.' Tapi saya jawab, 'Saya tidak mau ambil risiko'," beber dia.
Menurut laporan Wall Street Journal, Trump mengonsumsi 325 miligram aspirin setiap hari. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dosis harian yang umum direkomendasikan untuk terapi pencegahan serangan jantung atau stroke, yaitu sekitar 81 miligram.
Isu kesehatan tangan Trump sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ia sering terlihat menggunakan makeup tebal atau perban untuk menutupi lebam di tangan kanannya. Munculnya lebam baru di tangan kiri akhir tahun lalu sempat memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatan sang presiden di kalangan publik.
Pihak Gedung Putih sendiri menegaskan bahwa lebam tersebut murni karena benturan fisik yang terjadi di Davos dan tidak ada kondisi medis serius lainnya yang disembunyikan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tangan Lebam Trump Disorot usai Pulang dari Davos, Efek Dosis Tinggi Aspirin?"
