Hagia Sophia

19 September 2022

Bank Dunia: Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral Bisa Picu Resesi Global pada 2023

detikcom

Bank Dunia (World Bank) mengungkapkan kenaikan suku bunga oleh bank sentral di seluruh dunia dapat memicu resesi global pada 2023. Kebijakan itu dapat membuat pinjaman lebih mahal dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

"Bank-bank sentral telah menaikkan suku bunga dengan tingkat sinkronisitas yang tidak terlihat selama lima dekade terakhir untuk mengatasi kenaikan harga," kata Bank Dunia dikutip dari BBC, Senin (19/9/2022).

Peringatan dari Bank Dunia ini datang menjelang pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve dan Bank Sentral Inggris atau Bank of England yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga utama minggu depan.

Pada Kamis (15/9), Bank Dunia mengatakan ekonomi global saat ini berada dalam perlambatan paling tajam menyusul pemulihan pasca resesi sejak 1970. Studi menemukan bahwa tiga ekonomi terbesar dunia yakni AS, China dan kawasan Uni Eropa telah melambat tajam.

"Dalam keadaan seperti itu, bahkan pukulan moderat terhadap ekonomi global selama tahun depan dapat mendorongnya ke dalam resesi," katanya.

Tanda-tanda kesulitan ekonomi disebut sudah muncul. Di hari yang sama, perusahaan jasa pengiriman FedEx juga memperingatkan investor bahwa perlambatan tajam dalam aktivitas terutama di Asia dan Eropa akan menyebabkan pendapatan ratusan juta dolar di bawah perkiraan.

Perusahaan itu berencana menutup puluhan kantor cabang dan mengurangi layanan sebagai tanggapan atas penurunan permintaan. Alhasil aksi jual saham FedEx terjadi dan nilainya turun lebih dari 20%. Saham di perusahaan jasa pengiriman lain termasuk Amazon, Deutsche Post dan Royal Mail juga turun.






















Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul "Peringatan Bank Dunia: Suku Bunga Naik Ugal-ugalan, Resesi Kian Nyata"