Hagia Sophia

27 October 2022

Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Diduga Penyebabnya Omicron XBB

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull

Tren kasus COVID-19 kembali melonjak di Indonesia. Per Selasa (25/10/2022), penambahan kasus baru COVID-19 mencapai 3.008 kasus, yang sebelumnya hanya 1.703.

Kenaikan kasus baru COVID-19 terjadi di tengah kemunculan subvarian Omicron baru yakni XBB di Indonesia. Apakah kenaikan jumlah kasus ini adalah dampak dari subvarian tersebut?

Menanggapi ini, juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril mengatakan lonjakan kasus yang terjadi memang biasanya dikaitkan dengan adanya subvarian baru.

"Betul, jadi memang teorinya begitu. Apabila terjadi lonjakan kasus biasanya dikaitkan adanya subvarian baru," ungkap dr Syahril dalam konferensi pers, Rabu (26/10/2022).

"Ini kenaikannya baru kemarin, nanti kita akan lihat dalam 2-3 hari ini," sambungnya.

dr Syahril mengungkapkan pihaknya akan terus memantau lonjakan kasus COVID-19 ini. Hal ini untuk benar-benar memastikan apakah lonjakan itu dipicu oleh masuknya subvarian Omicron baru XBB.

Namun, di sisi lain lonjakan kasus ini bisa dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya jumlah testing yang mungkin jumlahnya jauh lebih banyak.

"Kita akan melihat lonjakannya. Dan kalau tidak ada lonjakan terus dan tidak ada subvarian XBB, memang ini ada kaitannya juga dengan testing yang kita lakukan," jelas dia.

"Karena biasanya semakin banyak testing yang dilakukan, maka akan terjadi juga penemuan kasus," pungkasnya.

Meski begitu, Kemenkes sudah bergerak melakukan whole genome sequencing pada kasus-kasus, terutama di rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah subvarian XBB ini sudah mendominasi di Indonesia.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "COVID-19 RI Merangkak Lagi, Kemenkes Duga Omicron XBB Jadi 'Biang Kerok'"