Hagia Sophia

25 November 2022

Banyak Pasien Gempa Cianjur yang Takut Berobat

IDI mengungkap kondisi korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan kondisi korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Data terakhir dari BNPB, hingga Kamis (24/11/2022), tercatat ada 272 korban meninggal dunia dengan 50 persen di antaranya adalah anak-anak.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI dr dr Moh Adib Khumaidi, SpOT menjelaskan, pihaknya kini masih berfokus pada pemerataan pelayanan akses yang terputus. Sembari itu, proses evakuasi masih berjalan, termasuk pencarian 39 orang yang masih belum ditemukan.

Dalam keterangan tertulis IDI yang diterima detikcom pada Jumat (25/11), disebutkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh dokter dan tenaga medis lapangan saat ini berupa:
  • Beberapa pasien luka terbuka dan patah tulang belum tertangani dikarenakan pasien tidak mau berobat.
  • Edukasi kesehatan (banyak penderita tidak mau dirujuk karena kekhawatiran dirujuk ke luar Cianjur)
  • Listrik, Penerangan (semua lokasi listrik belum aktif)
  • Air bersih (sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masih sulit)
  • MCK (lokasi MCK belum sesuai)
  • Kebutuhan alas kaki untuk pengungsi
  • Kebutuhan sembako
  • Alas tenda dan terpal (banyak alas tenda tergenang air)
  • Kebutuhan selimut
IDI memaparkan, penyakit yang banyak ditemukan tim medis pada korban gempa Cianjur berupa ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), fraktur (patah tulang), luka robek, alergi, myalgia, dyspepsia/gartritis, Asma, diare, diabetes (karena tidak terkontrol dan sulit mendapatkan pelayanan), dan scabies (kudis).

"Sementara untuk anak-anak, banyak kasus anak mengalami broncho pneumonia, ispa, selain trauma seperti patah tulang, kaki, cedera kepala atau tubuh," tertera dalam keterangan IDI.

"Infeksi mulai ada baik pada anak maupun dewasa yang ditandai dengan demam dan ISPA," sambungnya.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "IDI Ungkap Kendala Penanganan Korban Gempa Cianjur, Banyak Pasien Takut Berobat"