Hagia Sophia

22 December 2022

Messi Masuk Jajaran Greatest of All Time, Sah Disandingkan dengan Maradona

Lionel Messi bersanding dengan Diego Maradona. (Foto: AFP via Getty Images/LUIS ROBAYO)

Sukses Lionel Messi menjuarai Piala Dunia 2022 membuatnya masuk jajaran Greatest of All Time. Ia kini sepenuhnya sah untuk disandingkan dengan Diego Maradona.

Perbandingan Messi dengan Maradona sebenarnya sudah lama muncul, sejak melejitnya La Pulga bersama Barcelona. Messi memenangi semua titel yang bisa dimenangi di level klub, hingga merebut tujuh Ballon d'Or.

Secara fisik dan permainan, keduanya dianggap mirip. Sama-sama mungil, lincah, dan punya kualitas teknik mumpuni, juga sama-sama kidal. Messi dan Maradona identik dengan kemampuan menggiring bola dan duel satu lawan satu yang digdaya.

Tapi prestasi Messi di klub tak sejalan dengan di timnas. Bersama Argentina, ia kesulitan mengemulasi pencapaian di level klub. Tapi kesabarannya pada akhirnya berbuah positif, justru saat ia sudah tak lagi di masa keemasan.

Ia membantu Argentina menjuarai Copa America 2021, disusul kemenangan di Finalissima yang mempertemukan juara CONMEBOL dan UEFA. Statusnya sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Masa ditetapkan ketika Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, Minggu (18/12/2022) kemarin.

Messi kini bisa sepenuhnya disandingkan dengan Maradona, yang dahulu menggendong Argentina untuk juara Piala Dunia 1986. Piala Dunia 1986 pula yang menandai dimulainya puasa trofi La Albiceleste hingga disudahi Messi tahun ini.

Hanya saja bagi legenda Italia Marco Tardelli, yang menghadapi langsung Maradona di Piala Dunia 1982, kedua nama itu tak bisa serta-merta dibandingkan meski sah untuk disandingkan. Sebab berbeda era, berbeda pula tantangannya.

"Enggak sekarang karena dua alasan, dan satu alasan tidak mengecualikan yang lainnya. Satu, Maradona yang saya saksikan dan hadapi itu tak bisa digapai, sama seperti Pele," ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.

"Dua, masing-masih adalah seorang juara di eranya dan Messi, kalau dia butuh ditegaskan, dengan memenangi Piala Dunia pastinya membuktikan bahwa dia seorang juara, dengan caranya sendiri. Dia melakukan hal hebat, dia fantastis," imbuh pria yang mengantar Italia juara Piala Dunia 1982 ini.

Buat Tardelli, tantangan Maradona dahulu adalah permainan yang lebih keras dan brutal. Sementara di era sepakbola saat ini, para pemain mendapatkan kemudahan-kemudahan dan kemampuan mereka bisa optimal dengan bantuan pengetahuan dan teknologi.

"Maradona punya satu pemain selalu menempel, Messi bisa turun dan menjemput bola dengan rasa tenang yang relatif tak pernah didapatkan Diego. Dan di masa Diego, untuk diusir wasit itu praktis Anda harus nyaris 'membunuhnya'," sambung Tardelli.

"Saat itu adalah Argentina vs seluruh dunia. Saya belum sampai membunuhnya, tapi saya menghajarnya cukup banyak. Tapi Maradona cuma bisa dihentikan dengan begitu, dan sampai sekarang saya memikirkan bakal seperti apa dia kalau berlatih, menjalani diet, dan pelatihan psikologi seperti era sekarang."























Artikel ini telah tayang di sport.detik.com dengan judul "Messi & Maradona Pantas Disandingkan, tapi Tak Bisa Dibandingkan"