Hagia Sophia

21 December 2022

Untuk Atasi Lonjakan COVID-19, Banyak Negara Tawarkan Bantuan Vaksin ke China

Situasi COVID di China. (Foto: REUTERS/ALESSANDRO DIVIGGIANO)

Pejabat dan pakar kesehatan global di luar China dengan cemas menyaksikan lonjakan COVID-19 di negara itu, khawatir mereka tidak divaksinasi secara memadai dan mungkin tak memiliki alat perawatan kesehatan untuk mengobati tsunami COVID-19 yang diperkirakan akan melonjak sampai tahun depan.

Melihat hal ini, pejabat di Amerika Serikat dan Eropa menawarkan bantuan ke Xi Jinping untuk mengurangi krisis tersebut salah satunya dengan membantu pasokan vaksin COVID-19.

"Kami telah menyatakan bahwa kami siap untuk membantu dengan cara apa pun yang dianggap dapat diterima," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby dikutip dari Reuters, Selasa (20/12/2022).

Presiden Xi Jinping telah lama menegaskan bahwa sistem satu pintu di negara tersebut yakni 'zero-COVID' paling cocok untuk menangani penyakit ini, dan bahwa vaksin China lebih unggul daripada vaksin barat. Diketahui, pemerintah Xi Jinping masih menolak memberi izin vaksin COVID-19 buatan asing untuk diberikan kepada warganya.

Namun ada kekhawatiran vaksin buatan China tak sanggup mengatasi badai COVID-19 yang saat ini sedang mengganas di negara tersebut.

"Nasionalisme vaksin China sangat terkait dengan kebanggaan Xi, dan menerima bantuan Barat tidak hanya akan mempermalukan Xi, tetapi juga akan mematahkan narasinya yang sering dipropagandakan bahwa model pemerintahan China lebih unggul," kata Craig Singleton, wakil direktur program China di Yayasan Pembela Demokrasi.

Pejabat Eropa dan AS melakukan pembicaraan di belakang layar dengan hati-hati dengan rekan-rekan China, sambil mengeluarkan pernyataan publik dengan kata-kata yang sengaja dimaksudkan untuk memperjelas bahwa keputusan tetap ada di pihak China.

Salah satu bidang potensi bantuan Barat melibatkan apakah China akan menerima vaksin mRNA terbaru BioNTech (22UAy.DE) yang dirancang untuk menargetkan varian virus terkait Omicron yang saat ini beredar, yang diyakini banyak ahli lebih efektif daripada vaksin COVID-19 yang beredar di China.

Namun, Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya tidak secara terbuka mendorong China untuk menerima vaksin mRNA buatan Barat.

"Kami siap membantu negara mana pun di dunia dengan vaksin, perawatan, apa pun yang dapat kami bantu," kata koordinator tanggap darurat virus corona Gedung Putih Dr Ashish Jha.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dear Xi Jinping, AS Mau Bantu China Redakan Tsunami COVID-19"