Hagia Sophia

28 February 2023

Kemenkes Jamin Data PeduliLindungi Tidak Akan Bocor Saat Berubah Satu Sehat

Ilustrasi PeduliLindungi. (Foto: Dok.detikcom)

Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan RI Setiaji menyebut masyarakat mulai besok bisa mengakses Satu Sehat, pengganti aplikasi PeduliLindungi. Nantinya, masyarakat diharuskan mengupgrade aplikasi PeduliLindungi hingga otomatis berubah, dengan lebih banyak ketersediaan fitur.

Sandiman Ahli Madya BSSN Anton Setiyawan menyebut keamanan aplikasi Satu Sehat tengah diperkuat. "Kita belajar dari hal yang lalu, tentunya kita perkuat. Setiap kejadian, itu jadi pembelajaran buat kita," tutur Anton, dikutip dari Antara Senin (27/2/2023).

BSSN juga melakukan evaluasi sistem di aplikasi PeduliLindungi untuk mencari tahu bagian mana yang perlu ditingkatkan untuk menghindari kebocoran data.

"Kita melihat kurangnya di mana. Misalnya di bagian verifikasi, kita perkuat lagi verifikasinya. Misalnya kurangnya di bagian penyimpanan file atau pengamanan database, kita perkuat di situ. Itu yang kita lakukan sesuai prosedur dan standar yang ada," beber Anton.

Hal yang sama sempat diutarakan Setiaji, terkait dengan aspek keamanan. Setiaji menyebutkan Kementerian Kesehatan telah bekerjasama dengan BSSN untuk memastikan keamanan data pribadi pengguna. Hal ini juga akan diperkuat dengan regulasi dari Kemenkes yang akan mengatur penggunaan platform SATUSEHAT.

"Regulasi ini telah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan. Mudah-mudahan setelah launching ini bisa kita keluarkan aturan tersebut," harap Setiaji.

Sebelumnya diberitakan, bedanya Satu Sehat dengan PeduliLindungi adalah akses masyarakat lebih luas tidak melulu terkait COVID-19. Warga nantinya bisa melihat riwayat medis, riwayat vaksinasi, hingga anjuran minum obat.

Satu Sehat juga menyediakan fitur rekam berapa banyak langkah yang dilakukan dalam sehari untuk memantau kesehatan seseorang.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "PeduliLindungi Berubah Jadi Satu Sehat, Kemenkes Jamin Data Tak Bocor!"