Hagia Sophia

18 November 2023

Pakar IDI: Penggunaan Nyamuk Wolbachia Sejak 2011

Foto: Getty Images/iStockphoto/Noppharat05081977

Peneliti yang juga pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban ikut menyoroti viral narasi penyebaran 'nyamuk Bill Gates' di Indonesia. Hal ini sebetulnya bermula dari kekhawatiran sejumlah pihak soal efektivitas penyebaran nyamuk wolbachia demi menangkal demam berdarah dengue (DBD).

Nama Bill Gates kemudian muncul saat program pemberantasan nyamuk wolbachia berasal dari World Mosquito Program (WMP), perusahaan milik Monash University yang juga mendapat dukungan dana Bill & Melinda Gates Foundation.

Namun, Prof Zubairi menekankan penggunaan nyamuk berwolbachia sebetulnya sudah dilakukan sejak 2011 di Indonesia. Misalnya, dalam riset bersama ahli di Universitas Gadjah Mada, kasus berat yang memerlukan perawatan di RS terbukti berkurang signifikan hingga lebih dari 80 persen pasca nyamuk wolbachia disebar.

"Bakteri wolbachia dapat melumpuhkan vurus dengue yang terkandung dalam nyamuk aedes aegypti," terang dia dalam akun X pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Jumat (16/11/2023).

Dirinya mengibaratkan cara kerja wolbachia seperti vaksin yang diberikan pada manusia. Agar suatu penyakit tidak menular, nyamuk diberikan wolbachia untuk tidak lagi bisa menyebarkan virus dengue ke manusia.

Bukan cuma di Tanah Air, banyak negara juga sudah melakukan metode serupa.

"Nyamuk ini sudah berhasil digunakan di beberapa bagian Brasil, Kepulauan Cayman, Panama, India, dan Singapura," bebernya.

Mengutip keterangan Environmental Protection Agency (EPA), Prof Zubairi menjelaskan dalam metode pengendalian DBD dengan wolbachia, yang disebar merupakan nyamuk jantan, sehingga tidak akan menggigit manusia.

"Juga tidak membahayakan dan tidak ikut menyebarkan virus Zika serta patogen lainnya," sorotnya.

Meski begitu, Prof Zubairi mengaku tidak heran bila masih banyak masyarakat yang menolak penanganan DBD dengan metode penyebaran nyamuk berwolbachia di tengah keterbatasan sosialisasi. Seperti yang baru-baru ini dilaporkan di Bali, proses penyebaran nyamuk berwolbachia sementara ditunda imbas penolakan sejumlah warga.

"Begitulah ilmu pengetahuan, terus berkembang dengan berbagai pro dan kontra-nya," tegasnya sembari menekankan masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pakar IDI Soroti Narasi Viral 'Nyamuk Bill Gates' Disebar di RI"