Hagia Sophia

29 November 2023

Pneumonia 'Misterius' Mewabah, Pemerintah China Perbanyak Layanan Medis

Warga di China. (Foto: AP Photo)

Masyarakat China meminta pemerintah setempat untuk meningkatkan jumlah layanan klinik kesehatan. Hal ini bertujuan untuk bisa menangani lonjakan penyakit pernapasan yang belakangan ini bikin ketar-ketir di negara tersebut.

Seruan ini muncul setelah Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan adanya peningkatan besar kasus pneumonia, yang sebagian besar terjadi pada anak-anak, dua minggu yang lalu.

Laporan tersebut memicu memori akan pandemi COVID-19. Warganet China takut akan 'kedatangan virus baru di China' atau semacam 'COVID baru'.

Pekan lalu, sistem pengawasan penyakit publik ProMED melaporkan bahwa beberapa rumah sakit di China 'kebanjiran anak-anak yang sakit'. Wabah ini tak hanya terjadi di ibu kota, Beijing, tetapi juga di provinsi timur laut Liaoning dan wilayah lain di China.

"Upaya harus dilakukan untuk meningkatkan jumlah klinik dan area perawatan yang relevan, memperpanjang jam layanan secara tepat dan memperkuat jaminan pasokan obat-obatan," kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Mi Feng pada konferensi pers pada hari Minggu (26/11/2023).

Dikutip dari laman DW, Feng mengatakan peningkatan tajam penyakit pernapasan akut terkait dengan peredaran beberapa jenis patogen secara bersamaan. Patogen yang paling menonjol adalah influenza.

Maka dari itu, Mi menyarankan agar masyarakat untuk memakai masker dan meminta pemerintah setempat untuk fokus mencegah penyebaran penyakit di tempat-tempat ramai, seperti sekolah dan panti jompo.

Sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan. Gejalanya meliputi:
  • Demam
  • Radang paru-paru tanpa batuk
  • Nodul paru, yakni benjolan di paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi di masa lalu
Di samping itu, beberapa ahli menyebut kedatangan musim dingin, berakhirnya pembatasan COVID, dan kurangnya kekebalan pada anak-anak kemungkinan besar menjadi penyebab melonjaknya infeksi ini.

Kabinet China, Dewan Negara, memperingatkan pada hari Jumat (24/11) tentang risiko kembalinya infeksi COVID, bersamaan dengan infeksi influenza dan pneumonia mikoplasma yaitu infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang kaum muda, yang telah beredar sejak Mei.

"Semua daerah harus memperkuat pelaporan informasi mengenai penyakit menular untuk memastikan informasi dilaporkan secara tepat waktu dan akurat," kata Dewan Negara dalam sebuah pernyataan.

WHO awal pekan ini secara resmi meminta agar China memberikan informasi tentang potensi lonjakan penyakit pernapasan dan kelompok pneumonia pada anak-anak yang mengkhawatirkan, sebagaimana disebutkan dalam beberapa laporan media dan layanan pemantauan penyakit menular global.

Pihak berwenang China pada awal bulan ini menyalahkan peningkatan penyakit pernapasan sebagai akibat dari pencabutan pembatasan lockdown akibat COVID-19. Negara-negara lain juga mengalami lonjakan penyakit pernafasan seperti RSV saat pembatasan pandemi berakhir.

WHO mengatakan pejabat kesehatan China pada hari Kamis memberikan data yang diminta melalui telekonferensi. Data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah anak-anak yang dirawat di rumah sakit karena penyakit termasuk infeksi bakteri, RSV, influenza, dan virus flu biasa sejak bulan Oktober.

"Pejabat Tiongkok menyatakan bahwa lonjakan pasien tidak membebani rumah sakit di negara tersebut," menurut WHO dikutip dari AP News.

Menurut laporan internal di China, wabah ini telah membanjiri beberapa rumah sakit di China utara, termasuk di Beijing. Dan otoritas kesehatan telah meminta masyarakat untuk membawa anak-anak dengan gejala yang tidak terlalu parah ke klinik dan fasilitas lainnya.

WHO mengatakan saat ini informasi yang tersedia terlalu sedikit untuk menilai dengan tepat risiko kasus penyakit pernafasan pada anak-anak yang dilaporkan. Pihaknya kembali meminta China untuk memberikan lebih banyak informasi tentang lonjakan kasus tersebut.

Namun, pada Jumat (24/11), otoritas kesehatan China melaporkan tidak menemukan patogen baru atau tidak biasa pada penyakit yang baru-baru ini terjadi di China.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Heboh Pneumonia 'Misterius' di China, Pemerintah Desak Perbanyak Layanan Medis"