Hagia Sophia

11 December 2023

Rahasia Umur Panjang dari Warga Blue Zones

Foto: Shutterstock/

Bagi sebagian orang, kebahagiaan mungkin terasa seperti sesuatu yang tak dapat dikendalikan. Namun, menurut pakar umur panjang Dan Buettner, kebahagiaan dapat diperoleh dari kebiasaan-kebiasaan kecil.

Dan Buettner, seorang penulis dan anggota National Geographic, mempelajari orang-orang yang berumur panjang di dunia. Dia menciptakan istilah Zona Biru (Blue Zones) untuk merujuk pada lima tempat di seluruh dunia di mana penduduknya berumur panjang, termasuk Okinawa, Sardinia, Nicoya, Ikaria, dan Loma Linda.

Dalam sebuah klip terbaru yang diunggah ke instagram pribadinya @danbuettner, Dan mengungkapkan kebiasaan orang-orang yang paling bahagia di dunia.

Dia mengklaim bahwa banyak dari mereka melakukan 8 hal sederhana yang meningkatkan suasana hati mereka setiap hari dan membuat mereka tetap tersenyum dalam jangka panjang.

Kebiasaan apa saja sih?

1. Tidur setidaknya 8 jam
Tidak hanya dalam hal kesehatan, tidur juga merupakan hal yang penting untuk kebahagiaan seseorang.

"Orang yang paling bahagia tidur antara 8 sampai sembilan 9,5 sehari," kata Dan.

"Jika Anda tidur 6 jam, kebahagiaan Anda berkurang 30 persen," sambungnya.

Dikutip dari The Sun, para ahli di Harvard Medical School sepakat dengan Dan yang mengatakan bahwa tidur dan suasana hati sangat erat kaitannya.

Mereka mengatakan, "Tidur yang buruk atau tidak cukup dapat menyebabkan iritabilitas dan stres, sementara tidur yang sehat dapat meningkatkan kesejahteraan."

2. Makan sarapan yang berasal dari tumbuhan
Dan menyarankan untuk memulai pagi dengan sarapan plant-based, atau makanan yang berasal dari tumbuhan.

Ahli umur panjang ini juga menyarankan untuk menghindari makanan yang terlalu manis dan berlemak di pagi hari.

"Jika Anda makan sarapan berlemak atau sereal bergula, Anda akan merasa lapar di tengah hari, dan energi Anda akan berkurang sepanjang hari," jelasnya.

3. Bersosialisasi
Bersosialisasi setiap hari adalah kunci kebahagiaan menurut Dan.

"Pastikan Anda minum kopi dengan seorang teman, makan siang dengan seorang teman," sarannya.

"Anda harus memastikan untuk mengatur waktu empat sampai lima jam, atau enam jam jika bisa, untuk berinteraksi sosial dengan orang-orang yang Anda sukai," sambungnya.

Penelitian menunjukkan bahwa kesepian tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko demensia, serangan jantung, dan stroke.

4. Menjadi sukarelawan
Dan menyarankan untuk meluangkan waktu untuk berkontribusi kepada orang lain setiap hari.

"Di seluruh dunia, secara statistik, sukarelawan lebih bahagia daripada yang bukan sukarelawan," katanya.

Mendukung pernyataan ini, penelitian yang diterbitkan pada tahun 2020 oleh University of East Anglia menunjukkan bahwa menjadi sukarelawan (volunteering) dikaitkan dengan peningkatan kepuasan hidup, peningkatan kebahagiaan, dan berkurangnya gejala depresi.

5. Tidur siang
Saran kelima dari Dan untuk kebahagiaan sesederhana tidur siang.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Hertfordshire pada tahun 2017 menunjukkan bahwa tidur singkat di siang hari bisa menjadi kunci kebahagiaan.

Psikolog Profesor Richard Wiseman mengatakan, "Penelitian sebelumnya menunjukkan tidur siang kurang dari 30 menit membuat Anda lebih fokus, produktif, dan kreatif. Temuan baru ini menyarankan bahwa Anda juga dapat menjadi lebih bahagia dengan hanya tidur siang sebentar."

6. Bekerja paruh waktu (jika memungkinkan)
Ahli umur panjang ini melanjutkan bahwa bekerja paruh waktu daripada penuh waktu dapat membuat seseorang lebih bahagia. Namun, tentu saja jika seseorang memiliki kemampuan untuk melakukannya.

"Kami tahu dari setiap tempat di dunia bahwa orang yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu melaporkan tingkat kebahagiaan tertinggi," katanya.

"Tentu saja, Anda harus menghasilkan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan dasar Anda," sambungnya.

Faktanya, uji coba kerja empat hari dalam seminggu menunjukkan bahwa bekerja lebih sedikit dapat membuat seseorang lebih bahagia dan sehat.

7. Memiliki keyakinan
"Memiliki sebuah keyakinan, tidak peduli apa pun keyakinannya, akan meningkatkan kebahagiaan," ungkap Dan.

Sebuah laporan oleh Pew Research Center menemukan bahwa orang yang aktif dalam praktik keagamaan lebih cenderung, daripada rekan-rekan yang kurang religius, untuk menggambarkan diri mereka sebagai "sangat bahagia".

8. Membatasi TV dan media sosial
Kebanyakan orang tidak kenal waktu saat menjelajahi sosial media dan menonton acara TV favorit mereka.

Namun, Dan mengatakan bahwa menonton TV dan bermain media sosial masing-masing sekitar 30 menit adalah jumlah yang optimal.

Suatu penelitian tentang waktu anak-anak di depan layar menemukan bahwa lebih banyak waktu yang dihabiskan di depan TV, video game, dan media sosial meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan mental pada anak-anak usia tiga hingga enam tahun.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "8 Resep Umur Panjang Warga Blue Zones, Sehat Sampai Umur Seabad"