Hagia Sophia

11 December 2023

Inikah yang Bikin Kasus COVID-19 Naik Lagi di Singapura?

Ilustrasi penjelasan Kementerian Kesehatan Singapura perihal penyebab lonjakan kasus COVID-19.Foto: AP Photo

Singapura kini dihantam lonjakan kasus COVID-19. Imbasnya, sebagaimana dilaporkan Kementerian Kesehatan (MOH) pada Jumat (8/12/2023), jumlah kasus rawat inap dan unit perawatan intensif (ICU) akibat COVID-19 kini terpantau meningkat.

Perkiraan jumlah kasus COVID-19 pada minggu 26 November hingga 2 Desember naik menjadi 32.035, dibandingkan dengan 22.094 kasus pada minggu sebelumnya.

Rata-rata rawat inap harian akibat COVID-19 juga meningkat menjadi 225 dari 136 pada minggu sebelumnya, dan rata-rata kasus harian di unit perawatan intensif meningkat menjadi empat kasus dibandingkan satu kasus pada minggu sebelumnya. Namun begitu Kemenkes Singapura menyebut, jumlah kasus rawat inap dan ICU tidak sebanyak pada masa pandemi COVID-19.

"Hal ini menambah beban kerja rumah sakit kami, yang sudah sibuk," kata Kementerian Kesehatan Singapura dikutip dari Channel News Asia, Jumat (8/12). Mereka juga menyebut, pihaknya tengah memantau perkembangan gelombang COVID-19 kali ini untuk memastikan bahwa kapasitas layanan kesehatannya mampu menampungnya.

Meski kasus COVID-19 terpantau meningkat, Kemenkes Singapura menyebut tidak ada indikasi bahwa varian Corona yang beredar kini lebih mudah menular dan berpotensi memicu gejala berat dibandingkan varian Corona yang menyebar sebelumnya.

Ditegaskannya, perawatan medis di IGD hanya diperuntukkan pasien yang mengalami keadaan darurat atau benar-benar berisiko terancam nyawanya.

"Hal ini akan menjaga kapasitas rumah sakit kami untuk pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan akut di rumah sakit dan memungkinkan mereka yang menderita penyakit parah menerima perawatan tepat waktu," lapor Kemenkes Singapura.

Menurut mereka, peningkatan kasus COVID-19 di negaranya kali ini dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya yakni melemahnya kekebalan penduduk, serta meningkatnya mobilitas dan interaksi masyarakat menjelang momen akhir tahun.

Sedangkan perihal varian Corona, kasus yang terinfeksi oleh JN.1, sublineage dari BA.2.86, saat ini mencakup lebih dari 60 persen kasus COVID-19 di Singapura.

Meskipun BA.2.86 dan turunannya telah diklasifikasikan sebagai varian yang menjadi perhatian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 21 November, Kemenkes Singapura menyebut hingga kini tidak ada indikasi bahwa varian ini lebih mudah menular dan menyebabkan penyakit berat.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Singapura Beberkan Dugaan Pemicu Kasus COVID-19 Kembali 'Ngegas', Varian Baru?"