Hagia Sophia

19 February 2024

Pertama di Dunia, Anak 13 Tahun Sembuh dari Kanker Otak

Foto ilustrasi: Getty Images/janiecbros

Seorang anak laki-laki asal Belgia menjadi pasien pertama di dunia yang berhasil sembuh dari kanker otak. Bocah bernama Lucas itu sakit sejak usianya 6 tahun.

Dokter sekaligus kepala program tumor otak, Jacques Grill, di pusat kanker Gustave Roussy di Paris, Prancis, mengatakan Lucas harus pergi dari Belgia ke Prancis untuk mendapatkan pengobatan.

"Lucas mengalahkan segala rintangan untuk bertahan hidup," kata Grill yang dikutip dari Science Alert, Rabu (14/2/2024).

Selama tujuh tahun, Lucas berjuang melawan penyakit glioma batang otak. Menurut para ahli yang merawatnya, itu adalah jenis kanker yang sangat mematikan.

Kondisi yang memiliki nama Diffuse Intrinsic Pontine Glioma (DIPG) ini didiagnosis setiap tahun pada sekitar 300 anak di Amerika Serikat. Sementara di Prancis, ditemukan pada sekitar 100 anak.

Namun, prospek anak-anak yang mengidap tumor DIPG masih kurang baik, bahkan sebagian besar tidak dapat bertahan hidup lebih dari satu tahun setelah diagnosis. Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan hanya 10 persen yang masih hidup setelah dua tahun.

Radioterapi terkadang dapat memperlambat perkembangan tumor agresif, namun belum ada obat yang terbukti efektif melawannya.

Masa Pengobatan

Lucas menjadi pasien pertama di dunia yang bisa sembuh dari kondisi itu. Ia juga orang pertama yang mengikuti uji coba BIOMEDE, yang menguji potensi obat baru untuk DIPG.

Sejak awal, Lucas memberikan respons yang kuat terhadap obat kanker everolimus, yang diberikan secara acak kepadanya.

"Melalui serangkaian pemindaian MRI, saya melihat tumornya benar-benar hilang," ungkap Grill.

Namun, dokter tidak berani menghentikan pengobatannya, setidaknya sampai satu setengah tahun yang lalu. Sampai akhirnya Lucas sudah tidak lagi mengonsumsi obat tersebut.

"Saya tidak tahu ada kasus lain seperti dia di dunia," beber Grill

Sampai saat ini, alasan Lucas bisa pulih sepenuhnya dan bagaimana kasusnya dapat membantu anak-anak lain seperti dia di masa depan, masih belum diketahui pasti.

Sekitar tujuh anak lainnya yang ikut dalam uji coba masih bertahan hidup bertahun-tahun setelah didiagnosis. Namun, hanya tumor Lucas yang benar-benar hilang.

Grill mencoba menjelaskan alasan kenapa obat tersebut tidak bisa memberikan respons yang baik pada beberapa anak. Menurutnya, ini kemungkinan besar disebabkan 'kekhususan biologis' dari tumor mereka masing-masing.

"Tumor Lucas memiliki mutasi yang sangat langka, yang kami yakini membuat sel-selnya jauh lebih sensitif terhadap obat tersebut,"

Para peneliti sedang mempelajari kelainan genetik tumor pasien serta menciptakan 'organoid tumor'. Itu merupakan massa sel yang diproduksi di laboratorium.

"Kasus Lucas menawarkan harapan nyata," kata Marie-Anne Debily, peneliti yang mengawasi pekerjaan laboratorium.

"Kami akan mencoba mereproduksi secara in vitro perbedaan yang telah kami identifikasi pada selnya," pungkasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bocah 13 Tahun Jadi Pasien Pertama Dunia yang Sembuh dari Kanker Otak Mematikan"