Hagia Sophia

19 February 2024

Guru Besar FK UI Kembangkan Vaksin untuk Pengobatan Tuberkulosis

FKUI tengah mengembangkan vaksin M72 untuk tuberkulosis. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) baru saja mengukuhkan tiga guru besar, salah satunya Prof Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K). Guru besar bidang ilmu pulmonologi dan kedokteran respirasi UI itu kini tengah mengembangkan vaksin untuk pengobatan tuberkulosis (TB).

Vaksin tersebut adalah M72, yang dinilai lebih efektif dan akan dimulai pada 2024 ini.

"Kalau TB itu saat ini vaksinnya sudah jadul. BCG (Bacille Calmette Guerin) itu sudah ada sejak 1970," beber Prof Erlina dalam temu media di Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2024).

"Kita di FKUI akan segera melakukan uji klinis untuk vaksin M72, yang disupport dari Bill and Melinda Gates Foundation. Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian masyarakat," lanjut dia.

Dalam penjelasannya, vaksin TB yang digunakan sebelumnya, yakni BCGb disebut tak lagi efektif. Hal ini yang kemudian menjadi alasan Indonesia masih menempati peringkat kedua tertinggi di dunia dengan kasus TB terbanyak.

Prof Erlina mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan uji klinis fase ketiga. Dari hasil uji klinis fase kedua, risiko penularan TB dilaporkan berkurang sebesar 50 persen.

Selain mengupayakan vaksin, inovasi untuk pengobatan TB juga terus dilakukan. Dengan mempersingkat masa pengobatan dari yang awalnya enam bulan menjadi empat bulan.

"Pengobatan TB 4 bulan sedang diupayakan, kita juga telah berupaya melakukan banyak penelitian baru dalam rangka menanggulangi TB di Indonesia," kata Prof Erlina.

"Dan nantinya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan berperan menerapkan kebijakan membuat izin edar untuk obat dan vaksin tersebut, apabila penelitian telah selesai dan dinilai aman untuk digunakan," jelasnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Prof Erlina, kasus TB di Indonesia saat ini mencapai 1.060.000 kasus per tahun, dengan jumlah kematian sebanyak 140.700, yang berarti setiap satu jam ada 16 orang meninggal karena TB.

Maka dari itu, ia menekankan pentingnya deteksi dini dan kewaspadaan masyarakat terkait gejala TB. Salah satunya batuk. Ia berharap masyarakat tidak lagi menganggap batuk menjadi gejala yang sepele, bisa jadi itu karena TB.

"Kasus TB itu persoalannya masyarakat baru kaget kalau sudah batuk darah, orang-orang tidak mengerti kalau batuk-batuk itu berbahaya, dan dianggap sepele," ujar Prof Erlina.

"Jadi sebagai dokter, kita harus sampaikan bahwa batuk itu tidak normal, sehingga harus ada upaya untuk memeriksakan diri," tuturnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Guru Besar FKUI Kembangkan Vaksin M72 untuk Pengobatan TB yang Lebih Efektif"