Hagia Sophia

16 February 2024

Waspadai...Malas Sikat Gigi Berdampak pada Kesehatan Jantung

Ilustrasi sikat gigi (Foto: thinkstock)

Tak sedikit orang yang mengabaikan kebersihan gigi dengan alasan capek atau malas. Padahal, menyikat gigi tak membutuhkan waktu yang lama.

Teratur menggosok gigi penting dilakukan sedini mungkin. Pasalnya, kebersihan rongga mulut tak hanya berdampak pada kesehatan gigi dan gusi, tapi juga bisa memengaruhi bagian tubuh lainnya. Jika selama ini terus-menerus malas menggosok gigi, hati-hati terkena berbagai masalah kesehatan akibat tidak menyikat gigi, termasuk sakit jantung.

Dikutip dari Healthline, penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan bahwa mereka yang menyikat gigi setidaknya tiga kali sehari memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami fibrilasi atrium dan gagal jantung. Pergi ke dokter gigi secara teratur juga mengurangi kemungkinan seseorang mengalami komplikasi terkait jantung, menurut para peneliti.

Studi tersebut juga menemukan bahwa semakin banyak gigi yang hilang dikaitkan dengan peningkatan risiko kondisi yang berhubungan dengan jantung, seperti fibrilasi atrium.

Sementara itu laman INA Heart menyebut beberapa bukti ilmiah menunjukkan antara kesehatan gigi dengan penyakit jantung. Secara langsung, bakteri pada gigi yang rusak bisa masuk kedalam aliran darah dan menempel di pembuluh darah di suatu tempat di tubuh.

Hal ini bisa mengakibatkan inflamasi lokal pada pembuluh darah yang berpotensi pecah dan memicu terjadinya serangan jantung dan stroke. Jika tidak sampai pecah, peradangan lokal pada pembuluh darah juga dapat mengganggu fungsi endotel sehingga lemak lebih mudah masuk dan proses aterosklerosis pada pembuluh darah yang terdampak bisa dipercepat.

Selain itu bakteri tertentu dari infeksi mulut juga bisa masuk kedalam darah dan jika menempel di jantung dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai endokarditis, di mana lapisan dalam jantung, terutama katup jantung menjadi meradang. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan perawatan medis segera.

Selain itu, sederet hal ini juga bisa terjadi jika malas sikat gigi:

1. Gigi berlubang
Plak adalah lapisan lengket yang melapisi gigi dan mengandung bakteri yang dapat menembus lapisan pelindung enamel gigi, menyerang lapisan yang lebih rentan di bawahnya. Hal ini menyebabkan gigi berlubang.

Jika tidak ditangani, gigi berlubang dapat menyebabkan infeksi gigi dan berpotensi kehilangan gigi. Kondisi ini sebenarnya dapat dicegah jika rutin menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut.

2. Gingivitis
Plak tidak hanya menyebabkan gigi berlubang, tetapi juga dapat melemahkan gusi dan menyebabkan radang pada gusi atau disebut gingivitis. Bakteri yang ada dalam plak menyebabkan peradangan dan mengiritasi gusi. Gusi menjadi bengkak dan lebih mudah berdarah.

3. Periodontitis
Sama seperti plak yang merupakan cikal bakal gigi berlubang, gingivitis juga merupakan cikal bakal periodontitis. Ini adalah infeksi tulang parah yang berdampak pada tulang penyangga gigi Anda. Akibatnya, periodontitis menjadi penyebab utama kehilangan gigi.

4. Kemungkinan berkaitan dengan demensia
Para peneliti telah membuktikan bahwa pengidap demensia sering kali mengalami kerusakan gigi pada tingkat yang lebih tinggi.

Namun, terdapat beberapa penelitian yang mendukung gagasan bahwa kerusakan gigi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena demensia, menurut tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam Current Neurology and Neuroscience Reports.

Para peneliti meninjau hubungan potensial antara kondisi peradangan gigi, seperti periodontitis, dan peradangan di otak yang dapat menyebabkan kondisi seperti demensia.

Meskipun tinjauan ini mengisyaratkan kemungkinan kebersihan gigi yang buruk menyebabkan demensia, namun tidak ada bukti yang membuktikan adanya hubungan tersebut.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jangan Anggap Sepele, Malas Sikat Gigi Bisa Berdampak pada Kesehatan Jantung"