Hagia Sophia

19 April 2024

Benarkah Hujan Buatan Jadi Penyebab Banjir Dubai? Ini Faktanya

Hujan Buatan di Balik Banjir Dubai? Pemerintah UEA Bilang Begini. Foto: REUTERS/Amr Alfiky

Kota gurun Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), mengalami banjir besar tak biasa pada Senin (15/4). Sebagian pihak menuding terjadinya air bah ini akibat dari upaya pemerintah melakukan cloud seeding atau penyemaian awan untuk hujan buatan. Tetapi para ilmuwan membantahnya dan pemerintah juga melakukan klarifikasi.

National Center of Meteorology (NCM), satgas pemerintah yang bertanggung jawab atas misi penyemaian awan di UEA, mengatakan pihaknya tidak melakukan teknik modifikasi cuaca menjelang terjadinya badai besar di Dubai. Mereka memastikan tidak mengirimkan pilot untuk operasi penyemaian sebelum atau selama badai yang melanda.

Omar Al Yazeedi, wakil direktur jenderal NCM, mengatakan tidak menggelar operasi penyemaian apapun. "Salah satu prinsip dasar penyemaian awan adalah Anda harus menargetkan awan di tahap awal sebelum hujan turun. Jika Anda menghadapi situasi badai petir parah, maka sudah terlambat untuk melakukan operasi penyemaian," paparnya.

Negara tersebut mengalami hujan begitu deras, dengan curah hujan lebih dari 250 milimeter di Emirat Al Ain dan lebih dari 100 mm di tempat-tempat seperti Dubai.

Penyemaian awan, proses ilmiah untuk meningkatkan curah hujan, dilakukan UEA untuk mengatasi kekurangan air. Teknik ini sudah diperkenalkan tahun 1990-an, dan lebih dari 1.000 jam penyemaian awan kini dilakukan tiap tahun.

NCM mengatakan pihaknya memang melacak hujan lebat datang tapi tidak menargetkan awan apa pun untuk disemai selama periode badai kemarin. "Kami sangat memperhatikan keselamatan orang-orang, pilot, dan pesawat kami. NCM tidak melakukan operasi penyemaian awan selama kejadian cuaca ekstrem," katanya.

Banyak ilmuwan atmosfer yang menolak anggapan bahwa penyemaian awan adalah penyebab banjir di Dubai. Para ahli menilai bahwa hujan tersebut berasal dari sistem awan petir alami yang jarang terjadi

Negara Teluk ini memang telah mengalami peningkatan curah hujan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut penelitian yang dimuat di jurnal Natue, curah hujan diperkirakan akan meningkat hingga 30% pada tahun 2080.

Dikenal dengan iklim gurun dan curah hujan langka, UEA telah mengalami pergeseran pola cuaca akibat perubahan iklim. Infrastruktur dan bangunan di UEA dirancang untuk mengikuti pola cuaca yang umum terjadi di wilayah tersebut, sehingga sistem drainase kesulitan menahan hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya.









 
















Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Hujan Buatan Dituding Jadi Dalang Banjir Dubai, Ini Faktanya"