Hagia Sophia

19 April 2024

Orang-orang Ini Tidak Mengenal Post Holiday Blues, Langsung Semangat Kerja

ilustrasi (istimewa)

Hari pertama masuk kerja, bagi yang mengalami post holiday blues, rasanya hampa tidak ada gairah. Tidak demikian dengan orang-orang ini yang langsung ngegas penuh semangat.

"Wah hari ini sih semangat banget ya. Soalnya udah lama liburan, pengen balik kerja lagi sih. Gatel gitu tangan kalau nggak kerja," kata Frizki (21) seorang karyawan magang dari sebuah universitas negeri di Serang, Banten, Selasa (16/4/2024).

Meski harus bolak-balik Jakarta-Tangerang, ia mengaku menikmati pekerjaannya sebagai jurnalis. Kelamaan libur justru membuatnya mati gaya.

"Kerja itu menurut gua merupakan salah satu hal yang gua sukain juga sih. Jadi kalau misalkan libur doang nggak ngapa-ngapain juga gabut. Jadi emang gua seneng kerja sih," tambahnya.

Hal yang sama juga dialami Faishal (21), seorang pekerja kantoran di Jakarta Selatan. Bukan lantaran gila kerja, menurutnya lingkungan tempat kerja yang nyamanlah yang membuatnya betah berada di kantor.

"Semangat sih tentunya, karena menurut gua di sini (kantor) banyak temen. Jadi rasanya pengen ke kantor aja gitu," ungkapnya.

Tak bisa dipungkiri, sebagian orang di tempat kerja memang menghadapi 'post holiday blues' yang membuat hari pertama masuk kerja terasa begitu membebani. Sedikit banyak, 'vibes' negatif dari rekan kerja yang nggak bergairah juga mempengaruhi semangat kerja.

"Mungkin ngerasa dikit ya (terdampak). Tapi sebaliknya juga bakal terdampak sih, gua bakal ngajak temen gua yang post holiday blues buat 'ayo dong semangat kerja' gitu sih," kata Frizki.

Memang tidak mudah untuk mengembalikan semangat kerja setelah keenakan menikmati libur panjang. Meski begitu, Frizki mengaku punya resep untuk tidak pernah kehilangan motivasi.

"Pertama, harus cintai apa yang kita kerjakan. Soalnya kalau kita mencintai apa yang kita kerjakan, pasti semangat dong. Masa iya kita nggak semangat kan? Terus yang kedua, selain cinta tentunya kita harus suka sama apa yang kita kerjakan. Supaya nanti kita nggak bosen gitu pastinya," paparnya.

Soal pengaruh 'negative vibes' dari rekan kerja yang nggak semangat, Faishal memilih untuk fokus dengan dirinya sendiri. Menurutnya, masing-masing punya tanggung jawab sendiri dan tidak perlu saling terpengaruh.

"Menurut gua, kerjaan gua kerjaan gua, kerjaan dia kerjaan dia," tegas Faishal.

Sesemangat apapun bekerja, baik Frizki maupun Faishal tidak memungkiri bahwa liburan tetap menyenangkan. Karenanya, mereka tidak menolak seandainya dikasih tambahan libur setelah libur panjang.

"Mau juga sih, siapa yang liburan diperpanjang nggak mau. Mau sih," seloroh Frizki.

Terkait post holiday blues, psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menyebutnya sebagai suatu hal yang alamiah dan dapat dialami oleh banyak orang. Namun ada cara-cara yang dapat dilakukan sebagai langkah penanganan dari post holiday blues.

"Pertama, berikan waktu kepada diri kita. Artinya kita butuh waktu untuk menyesuaikan dengan rutinitas regular yang selama ini kita lakukan. Yang kedua, bisa dibatasi dulu akses terhadap media sosial. Karena seringkali di media sosial itu ada memori-memori (liburan) dan informasi-informasi yang kita baca," terangnya saat dihubungi detikcom, Minggu (14/4/2024).

Menurutnya, terlalu banyak menikmati konten di media sosial membuat otak menjadi lelah dan terkadang membuat kita justru membandingkan keadaan diri sendiri dengan orang lain.

"Cara yang ketiga, ya kita bisa melakukan yaitu self-love buat diri kita. Dan yang keempat, konsultasi ke profesional seperti psikolog, konselor, atau pekerja sosial. Mereka punya kapasitas dan potensi untuk bisa memberikan bantuan sekiranya terkena post holiday blues," tutupnya.











 














Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nggak Kenal Post Holiday Blues, Orang-orang Ini Langsung Gaspol di Hari Pertama Kerja"