![]() |
| Foto: Ilustrasi diabetes (Getty Images/Mohamad Faizal Bin Ramli) |
Kasus diabetes di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tengah kebutuhan pengobatan jangka panjang, obat fitofarmaka berbasis bahan alam mulai dilirik sebagai alternatif pendamping terapi diabetes.
Fitofarmaka merupakan obat herbal yang sudah melalui uji praklinik dan klinik sehingga khasiat serta keamanannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Berbeda dengan jamu, fitofarmaka diproduksi dengan standar farmasi dan memiliki dosis yang terukur.
Sejumlah tanaman asli Indonesia memiliki potensi membantu pengendalian kadar gula darah. Misalnya, kayu manis dan bungur.
"Beberapa bahan alam terbukti memiliki efek dalam membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar glukosa. Namun yang terpenting, harus melalui uji ilmiah agar aman digunakan jangka panjang," jelas peneliti farmasi Prof Raymond Tjandrawinata kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Salah satu tantangan dalam pengembangan fitofarmaka antidiabetes adalah memastikan konsistensi kandungan zat aktif. Peneliti harus memastikan setiap produk memiliki efektivitas yang sama, sekaligus aman dikonsumsi dalam jangka panjang.
"Prosesnya tidak sederhana. Mulai dari pemilihan bahan, ekstraksi, hingga uji klinis dilakukan agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan pasien," jelas Prof Raymond.
Selain membantu mengontrol gula darah, fitofarmaka juga dinilai memiliki efek tambahan seperti membantu menekan peradangan dan menjaga metabolisme tubuh, yang penting bagi pengidap diabetes.
Meski potensinya besar, pemanfaatan fitofarmaka di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama karena belum seluruhnya terintegrasi dalam layanan kesehatan nasional termasuk tercover jaminan kesehatan nasional (JKN).
Hal ini yang juga disoroti Guru Besar FK UI Prof Ari Fahrial Syam.
"Pemanfaatannya belum optimal. Hal ini terutama karena fitofarmaka belum masuk dalam fomuladium nasional sehingga tidak dijamin JKN," sorot Prof Ari dalam kesempatan yang sama.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pakar Teliti Campuran Kayu Manis dan Bungur untuk Fitofarmaka Antidiabetes"
