![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/Sasithorn Phuapankasemsuk |
Seorang pria di Kanada, Will Tennyson, berbagi pengalamannya mencoba diet One Meal A Day (OMAD). Itu merupakan metode makan satu kali sehari yang disebut-sebut bisa membantu membakar lemak.
Hasil yang didapatkan ternyata cukup mengejutkan dan jauh dari kata mudah. Dalam menjalani diet OMAD, Tennyson mengaku tidak memiliki target kebugaran tertentu, tetapi penasaran apakah berat badannya akan naik atau justru turun.
Pegiat kebugaran itu juga ingin mengetahui seberapa banyak kalori yang bisa dikonsumsi dalam satu kali makan.
Menu dan Proses Diet OMAD
Tennyson memulai hari pertamanya dengan makan semangkuk besar Chipotle, lalu berolahraga. Ia menyebut sejauh ini OMAD belum terlalu mempengaruhi rutinitas latihannya, karena ia memang terbiasa berolahraga dalam kondisi puasa.
Setelah itu, tubuh akan berpuasa selama sisa 24 jam. Meski begitu, air putih dan minuman tanpa kalori, seperti kopi hitam atau teh, tetap diperbolehkan untuk menjaga hidrasi.
Namun, perbedaan mulai terasa saat jeda antara olahraga dan waktu makan menjadi sangat panjang. Ia mengaku benar-benar kelelahan di sela latihan pukul 11.00 siang dan 17.45 sore, hingga akhirnya harus meninggalkan kelas sepenuhnya.
Tennyson biasanya baru 'buka puasa' sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Setelah itu, pikirannya terus tertuju pada makanan.
Ia baru makan sekitar pukul 18.00 dan merasakan dorongan kuat untuk makan berlebihan.
Memasuki hari keempat, Tennyson mengaku semakin sulit menjalani diet OMAD. Ia terus memikirkan makanan, yang membuat konsumsinya kafein meningkat karena sering minum kopi setiap kali merasa lapar.
Baru di hari kelima, Tennyson mulai terasa lebih mudah. Ia mengaku bisa membedakan antara rasa lapar yang sebenarnya dan rasa lapar yang sudah menjadi kebiasaan.
Bahkan, yang ia kira sebagian rasa lapar sering kali ternyata hanya rasa haus, sehingga cukup diatasi dengan minum air putih atau kopi.
Di akhir percobaan, Tennyson kehilangan sekitar 1,7 kg berat badannya. Meski begitu, ia menyebut pengalaman menjalani OMAD sebagai sesuatu yang 'sangat sulit'.
"Secara keseluruhan, itu tidak begitu bagus. Itu terlalu ekstrem, dan saya merasa itu tidak terlalu berkelanjutan bagi saya," kata Tennyson, dikutip dari Unilad.
"Mungkin juga tidak bagi banyak orang," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pria Coba Diet Puasa Makan Cuma Sekali Sehari, Ini yang Dikonsumsi"
